Imamat 26:5-6
Mengenai berkat, di bagian lain juga dijelaskan. Misalnya di dalam Yehezkiel 34:26-27 dikatakan, “Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat. Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya. Mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku mematahkan kayu kuk mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang yang memperbudak mereka.”
DI dalam Yoel 2:23-24 dikatakan, “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.”
Sebagian besar, janji Tuhan yang diberikan kepada bangsa Israel tidak jauh dari dunia pertanian. Ketika berada di tanah Kanaan, orang Israel sebagian besar bertani atau berkebun. Pada saat orang Israel taat kepada Tuhan, misalnya pada waktu pemerintahan raja Daud dan Salomo, janji Tuhan tentang berkat ini dipenuhi oleh Tuhan. Bahkan, pada zaman itu ada kelimpahan. Tetapi puncak kelimpahan itu akan muncul di dalam kerajaan seribu tahun, ketika orang Israel sudah benar-benar kembali kepada Tuhan.
Semua bangsa sedang merindukan masa keemasan, masa tanpa kelaparan. Masa seperti ini, masyarakat akan hidup dengan tenteram dan tidak ada pertikaian. Kehidupan seperti itu akan muncul ketika memiliki pemerintahan yang adil bagi seluruh rakyatnya. Tetapi semua itu akan terjadi ketika Yesus Kristus datang kembali untuk kedua kalinya dan menyelesaikan semua masalah di dalam dunia ini.
Selain kemakmuran secara ekonomi, ada juga kondisi damai sejahtera. Sebenarnya, semua orang di dunia ini memiliki keinginan untuk hidup dalam damai. Sudah diusahakan sedemikian rupa, tetapi perdamaian itu pun belum terjadi secara keseluruhan. Setelah perang dunia, secara internasional dibuat lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa untuk menjaga perdamaian, tetapi tidak berhasil secara keseluruhan. Tetapi ada pertikaian dan peperangan, baik antar bangsa maupun di dalam negara.
Ketika Yesus Kristus sebagai Raja Damai datang ke dunia, ternyata ditolak oleh sebagian besar manusia di bumi ini. Ia ingin membawa damai, tetapi manusia justru menyalibkan-Nya. Karena itu, dunia tidak akan pernah mengalami damai yang sejati. Tetapi ketika nanti Yesus Kristus datang kedua kali untuk menghakimi dunia, maka orang-orang yang percaya kepada-Nya akan masuk ke dalam kerajaan-Nya yang akan berlangsung selama seribu tahun.
Di masa damai itu, bahkan tidak akan ada binatang buas. Tidak ada peperangan yang akan terjadi. Gambaran mengenai kerajaan seribu tahun juga dijelaskan di dalam Yesaya 11:6, “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.”
Views: 28