Kesalahan Yang Sama (Jelajah PL 107)

Kejadian 26:6-7

Ketika Ishak mengalami tantangan dalam hidupnya, ia kembali diingatkan oleh janji Tuhan. Ia dikuatkan oleh janji itu. Jika kita mengalami tantangan dan marabahaya, maka yang baik dan bisa menghibur serta memberikan kekuatan kepada kita adalah firman dan janji Tuhan. Kita bisa melihat dan mengenal janji Tuhan, dari firman-Nya yang sudah tertulis bagi kita. Di dalam Kristus, kita memiliki semua janji Tuhan tersebut. Jika kita sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, maka kita adalah ahli waris dari semua janji Tuhan itu.

Dari semua janji yang Tuhan berikan, yang paling utama dan berharga adalah janji keselamatan, yaitu janji kehidupan kekal bersama dengan Yesus Kristus dan Bapa di surga.  Di dalam 1 Yohanes 5:13 dikatakan, “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” Apapun yang kita hadapi hari ini, kita tidak perlu khawatir, karena kita memiliki janji untuk memperoleh kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus. Sebagaimana Ishak dikuatkan, seharusnya kita pun dikuatkan oleh janji Tuhan tersebut.

Ketika Ishak tinggal di tanah Filistin, ia mendapatkan kesulitan. Pada waktu itu, raja yang berkuasa di Filistin adalah Abimelekh. Abimelekh ini bukan nama yang sesungguhnya. Abimelekh adalah gelar, seperti Firaun. Abimelekh kali ini berbeda dengan Abimelekh di zaman Abraham. Abimelekh artinya ayahku seorang raja. Masalah yang dialami Ishak hampir sama dengan yang pernah dialami oleh Abraham. Ishak memang memiliki istri yang terlalu cantik, sama seperti Sara.

Karena Ribka sangat cantik, sehingga hal tersebut cukup mengkhawatirkan bagi Ishak. Hal ini hampir sama dengan pemikiran Abraham. Pada zaman itu belum ada hukum yang bisa melindungi seseorang, apalagi Ishak berada di tempat kekuasaan orang lain. Ishak merasa diri sebagai pendatang dan tidak memiliki kekuatan atau perlindungan untuk berhadapan dengan orang yang sedang berkuasa di tempat itu. Ia takut ada orang yang akan mengambil istrinya, lalu membunuh dia.

Hal ini cukup menarik, karena di pasal 26 ini Ribka sudah berusia minimal enam puluh tahun. Kita tidak bisa membayangkan, jika perempuan usia enam puluh tahun masih sangat cantik dan menarik, sampai suaminya sendiri takut kalau-kalau istrinya direbut oleh orang lain. Sepertinya memang keluarga atau kerabat Abraham memiliki gen atau keturunan yang cantik, tetapi di sisi lain juga susah untuk mempunyai anak di masa muda. Paling tidak ada tiga perempuan yang seperti itu, yaitu Sara, Ribka dan Rahel.

Ishak jatuh pada kesalahan sama, yang pernah dilakukan oleh Abraham, bapaknya. Anak-anak memiliki kecenderungan untuk mengulangi kesalahan nenek moyangnya. Terlebih ketika anak-anak itu sering melihat contoh yang jelek dari orang tuanya. Karena itu, sebagai orang tua, kita tidak bisa mengharapkan anak kita menjadi baik dan cinta Tuhan, kalau kita sendiri tidak seperti itu. Kebaikan itu sangat sulit diturunkan, sedangkan kejelekan dan ketidakbaikan itu sangat mudah sekali untuk diturunkan dan menular dengan cepat.

Views: 30

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top