Dosa Membawa Penyesalan (Jelajah PL 159)

Kejadian 37:29-36

Setelah mereka menjual Yusuf, maka mereka pergi dan pindah ke tempat lain. Pada saat mereka pindah, Ruben datang dengan maksud untuk membebaskan Yusuf. Sampai di sumur itu, Ruben tidak mendapati Yusuf di sana. Ruben segera lari kepada saudara-saudaranya yang lain dan mengoyakkan jubahnya. Bagi orang-orang zaman itu, mengoyakkan jubar artinya perkabungan. Ruben sangat kaget ketika saudara-saudaranya mengatakan bahwa Yusuf sudah dijual.

Ketika dosa sudah dilakukan, sebenarnya akan ada rasa penyesalan di dalam hati. Dosa akan terasa indah dan baik-baik saja, pada saat sedang dilakukan. Tetapi setelah melakukan dosa, orang tersebut akan merasakan pahit dan penyesalan. Kadar penyesalan itu bisa berbeda-beda, sesuai dengan kepekaan hati kita. Meskipun sedikit, penyesalan itu tetap ada. Saudara-saudara Yusuf juga mengalami hal yang sama. Setelah menjual Yusuf, sepertinya masalah mereka sudah beres.

Mereka tidak jadi membunuh Yusuf. Mereka tetap membuat Yusuf hidup, hanya saja mencoba menjauhkan Yusuf dari mereka. Bahkan mereka mendapatkan uang dari hasil menjual Yusuf. Solusi yang dianggap cukup bagus ini ternyata lama-kelamaan membuat mereka takut dan khawatir juga. Jika Yakub tahu tentang perbuatan mereka ini, Yakub akan sangat marah dan bisa melakukan apa saja kepada mereka.

Untuk menutupi kejahatan itu, mereka merancang kebohongan. Mereka mencelupkan jubah Yusuf yang indah itu ke dalam darah kambing. Setelah itu mereka menyuruh orang untuk mengirim jubah tersebut untuk disampaikan kepada Yakub. Supaya tidak terkesan berbohong, mereka menyampaikan pesan dengan cara bertanya. Setelah itu diberikanlah kesaksian palsu, bahwa Yusuf telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas.

Dalam keadaan panik, Yakub tidak lagi meneliti keadaan yang sebenarnya. Yakub tidak menanyai orang yang diutus itu dengan detail. Yakub mengambil kesimpulan bahwa Yusuf sudah mati dimakan binatang buas. Yakub berkabung berhari-hari lamanya. Anak-anaknya mencoba untuk menghibur Yakub. Mereka berlaku munafik, melihat kesedihan Yakub diakibatkan oleh kebohongan mereka. Mungkin mereka mulai menyesal melihat keadaan Yakub yang sangat menyedihkan.

Yang menghibur Yakub adalah anak-anaknya laki-laki dan perempuan. Anak perempuan Yakub lebih dari satu. Hanya saja yang dicatat namanya di dalam Alkitab hanya satu, yaitu Dina. Dina dicatat karena dikisahkan memiliki kasus dengan Sikhem. Alkitab tidak memberitahu tentang anak perempuan Yakub yang lain. Yakub menolak untuk dihibur oleh mereka. Yakub ingin mati, mengikuti Yusuf yang dianggapnya sudah mati.

Yusuf belum mati. Tuhan menyertai dia. Dia dijual lagi, sampai di tangan Potifar, seorang pengawal istana Firaun, yaitu kepala pengawal raja di Mesir. Tuhan mengizinkan semua ini terjadi. Yusuf nanti pada akhirnya mengakui dan menyaksikan bahwa semua perjalanan hidupnya telah dirancangkan oleh Tuhan. Dalam rancangan-Nya, Tuhan telah menyertai Yusuf, untuk menyelamatkan seluruh bangsa Israel dari kelaparan yang dahsyat. Selain itu, karakter Yusuf semakin terbentuk, makin baik dan kokoh.

Views: 27

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top