Persepuluhan (Jelajah PL 59)

Kejadian 14:17-24

Setelah mengalahkan Kedorlaomer, maka Abram kembali ke tempat tinggalnya. Pada waktu itu, ada dua raja yang menyambutnya, yaitu Bera, raja Sodom dan Melkisedek, raja Salem. Kedua raja ini jelas sangat berbeda. Raja Sodoo adalah raja bejat, dari negeri yang melambangkan segala kejahatan dan dosa. Sebaliknya, Melkisedek dikatakan sebagai raja yang benar.

Melkisedek artinya raja kebenaran. Raja Sodom datang untuk menuntut miliknya, sedangkan Melkisedek datang untuk memberkati. Abram menerima berkat dari Melkisedek, tetapi menolak pemberian dari raja Sodom. Kita tahu tentang raja Sodom, karena sebelumnya sudah dijelaskan. Tetapi Melkisedek adalah sosok yang misterius.

Ada banyak penafsiran mengenai Melkisedek. Di dalam Alkitab, kita tidak mendapatkan data yang lengkap mengenai Melkisedek. Di dalam Mazmur 110:4 dikatakan, “Tuhan telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: ‘Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek”. Di dalam Ibrani 5, 6 dan 7, dijelaskan tentang Melkisedek. Jika disimpulkan, maka Melkisedek ini adalah Yesus Kristus, yang menampakkan diri seperti manusia kepada Abraham (istilah teologis: Kristofani).

Yesus beberapa kali menampak diri sebagai manusia, sebelum Ia lahir sebagai manusia melalui rahim Maria. Di dalam Ibrani 7:3 dikatakan, “Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam untuk selama-lamanya.” Penjelasan ini yang mengarahkan bahwa Melkisedek itu adalah Tuhan sendiri, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Abram memberi persepuluhan kepada Melkisedek. Artinya, Abram memberikan penghargaan kepada Melkisedek. Dia adalah orang yang lebih besar dan lebih terhormat dari Abram.

Di pasal ini, beberapa istilah mulai disebut, yaitu: imam dan persepuluhan. Melkisedek disebut sebagai imam. Sepertinya, pada waktu itu, orang-orang beriman sudah tahu, terhadap hamba Tuhan, mereka wajib memberikan sepersepuluh dari harta mereka. Pemberian persepuluhan terjadi sebelum ada hukum Taurat. Ketika Yesus datang dan menghilangkan berbagai macam aspek yang berhubungan dengan hukum Taurat, Ia tidak meniadakan persepuluhan.

Persepuluhan bukan bagian dari hukum Taurat. Persepuluhan tetap diinginkan Tuhan untuk diberikan oleh orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jika kita sadar akan keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita, maka sepuluh persen bukanlah jumlah yang banyak, yang seharusnya diberikan kepada Tuhan. Kita tidak bisa menunjukkan bukti bahwa kita mengasihi Tuhan, kalau sepuluh persen saja tidak kita berikan kepada-Nya.

Memang di Perjanjian Baru tidak ada perintah langsung bagi kita untuk memberikan persepuluhan kepada Tuhan. Tetapi perintah itu ada di Perjanjian Lama dan tidak dibatalkan di Perjanjian Baru. Artinya persepuluhan itu sebenarnya masih berlaku bagi kita. Ketika kita taat dan setia kepada-Nya, Tuhan tidak aka pernah membiarkan kita.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *