Pentingnya Meminta Ampun (Jelajah PL 53)

Kejadian 13:1-4

Dijelaskan di pasal sebelumnya bahwa tanah Kanaan mengalami kelaparan, sehingga Abram dan keluarganya memutuskan untuk pergi ke Mesir. Ternyata ada siklus atau musim kelaparan yang terjadi di sana. Ishak dan Yakub juga akan mengalami hal yang sama. Mesir seringkali menjadi penyelamat bagi daerah-daerah sekitarnya yang sedang kelaparan. Seandainya Abram tidak pergi dari tanah Kanaan, tentu Abram tidak akan melakukan kesalahan itu. Karena Tuhan sudah berjanji untuk memberkati Abram, sebenarnya kelaparan itu pun tidak akan membuat Abram dan keluarganya mati.

Di dalam Alkitab, Mesir seringkali digambarkan sebagai bangsa yang selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Keputusan Abram untuk pergi ke Mesir adalah keputusan yang salah. Kesalahan selanjutnya dari Abram adalah membiarkan istrinya diambil oleh Firaun. Orang sehebat Abram saja bisa melakukan kesalahan, apalagi kita, seharusnya kita juga berhati-hati dengan semua pengaruh duniawi.

Ketika Abram sadar akan kesalahannya, ia segera memperbaikinya. Ini juga hal penting yang perlu kita lakukan sebagai orang percaya. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah terlepas terhadap kesalahan. Yang penting untuk kita perhatikan dan segera kita lakukan, kita harus segera memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan. Maka pergilah Abram dari Mesir ke tanah Negeb dengan istrinya dan segala kepunyaannya. Lot juga bersama-sama dengan dia.

Pada waktu itu Abram sangat kaya. Ia memiliki banyak ternak, perak dan emas. Beberapa harta itu didapatkan dari Firaun. Abram berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari tanah Negeb sampai dekat betel. Abram pertama kali mendirikan kemah, yaitu di antara Betel dan Ai. Dulu, di tempat itu, Abram pernah membuat mezbah dan memanggil nama Tuhan. Pengalaman pahitnya di Mesir membuat Abram segera meminta ampun kepada Tuhan. Ia mengingat kembali akan Tuhan di tempat itu.

Ketika kita sedang jatuh, kita perlu penghiburan. Pada saat itu, baik bagi kita untuk mengingat kembali masa lalu kita, masa ketika kita memiliki cinta mula-mula kepada Tuhan. Ada waktu kita pernah sangat giat dan bersemangat di dalam Tuhan. Ingatan itu akan membantu kita untuk kembali bersemangat dan berpengharapan.

Di dalam 1 Yoh 1:9 dikatakan bahwa jika kita mengaku dosa kita, maka Tuhan disebut setia dan adil, Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Ayat ini menjadi penghiburan bagi kita. Ketika seseorang percaya kepada Yesus Kristus, beriman kepada Yesus Kristus, ia akan mendapatkan pengampunan dari seluruh dosanya (bdg. 1 Yoh 2:2). Ketika kita sudah percaya kepada Yesus, kemudian jatuh ke dalam dosa, kita perlu datang kepada Tuhan dan meminta pengampunan.

Posisi kita setelah percaya kepada Tuhan, ketika kita jatuh ke dalam dosa, bukan berarti posisi kita sedang berada di ambang neraka. Posisi keselamatan kita sudah pasti, saat kita bertobat dan percaya untuk pertama kali. Mengakui dosa setelah diselamatkan, karena jatuh ke dalam dosa, berguna untuk mengembalikan hubungan kita dengan Tuhan. Jika dosa itu tidak diakui dan diselesaikan, bisa saja kita masuk pada dosa yang tidak bisa diampuni.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *