Malapetaka Satu Jam (Jelajah PB 1118)

Wahyu 18:6-13

Suara itu melanjutkan pernyataannya: “Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah bagiannya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat.”

Kota besar itu telah melakukan banyak kejahatan, terutama secara rohani, yaitu penyesatan yang ditimbulkan. Selain itu, perilaku mereka juga sangat jahat dan keji, karena telah membunuh para rasul dan orang-orang Kristen mula-mula. Setiap orang yang mengasihi Tuhan disiksa dan dibunuh, mereka akan berseru kepada Tuhan. Mereka menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, karena memang mereka sadar bahwa pembalasan itu bukan hak mereka.

Kota besar itu bisa menunjukkan kesombongannya. Tetapi ada akhirnya, semua malapetaka akan datang dalam satu hari. Dia akan dibakar dengan api, karena penghakiman Tuhan terjadi atas kota tersebut. Pada saat ini, di Eropa, hampir tidak ada orang yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Mungkin mereka memiliki status Kristen, tetapi yang sungguh-sungguh mengerti kekristenan, sepertinya sangat sedikit.

Pemerintahan yang ada di bumi, yang telah berbuat cabul atau bekerjasama dengan kota besar tersebut, mereka telah hidup dalam kelimpahan. Tetapi pada akhirnya, mereka akan menangisi dan meratapi kota itu, pada saat mereka melihat asap api membakar kota besar tersebut. Mereka akan berdiri jauh-jauh, mengambil jarak karena takut pada siksaan yang terjadi.

Mereka akan berkata: “Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!” Para pedagang dan penguasa di bumi menangis dan berkabung karena kota tersebut, sebab tidak ada orang lagi yang mau membeli barang-barang mereka. Kota itu telah mendatangkan banyak keuntungan bagi para pedagang dan pengusaha, yang sudah bekerjasama selama ini.

Ternyata kitab Wahyu ini menjelaskan juga barang-barang yang dijual oleh mereka, yaitu: emas dan perak, permata dan mutiara, lenan halus dan kain ungu, sutera dan kain kirmizi, berbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, berbagai jenis barang dari gading, berbagai jenis barang dari kayu yang mahal, tembaga, besi dan pualam, kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia.

Perdagangan yang dilakukan sangat besar. Bahkan juga terjadi perdagangan manusia. Semua ini dilihat pada saat zaman itu. Jika dilihat di zaman sekarang, maka perdagangan dan kerjasama yang terjadi pasti sangat kompleks dan beragam. Mereka telah menikmati keuntungan. Pada akhirnya mereka mengalami kerugian yang sangat besar.

Views: 20

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top