Tidak Menyia-nyiakan Keselamatan (Jelajah PB 905)

Ibrani 2:1-3

Paulus memberi peringatan kepada kita supaya lebih teliti dalam memperhatikan segala sesuatu yang kita dengar. Jangan sampai kita hanyut terbawa arus. Saat ini kita sedang ada di dalam arus modernisasi zaman. Teknologi berkembang sangat pesat dan sepertinya tidak akan pernah habis. Manusia seringkali tidak sadar, pada akhirnya diperbudak oleh hal-hal yang dibuatnya sendiri. Seperti saat ini, handphone yang ada di tangan kita memiliki teknologi yang terus berkembang dan cepat meningkat. Setiap orang sepertinya dipaksa untuk menggunakan teknologi ini, sehingga tanpa sadar manusia harus bekerja keras untuk mencari uang. Hal-hal yang awalnya hanyalah keinginan, seiring berjalannya waktu akhirnya keinginan itu menjadi kebutuhan yang cukup mendesak. Demikianlah perkembangan zaman ini memiliki arus yang cukup deras. Belum lagi hal-hal yang lain.

Untuk menghindari arus teknologi yang pesat itu, ada satu kalangan Anabaptis di Amerika yang mencoba untuk menjauhkan diri dari modernisasi. Mereka disebut sebagai kaum Amish. Mereka menggunakan alat-alat tradisional, seperti pelita (supaya tidak menggunakan listrik), masih memakai kereta kuda dan tidak mau menggunakan mobil atau motor. Teknologi bisa kita gunakan untuk menolong kita. Tetapi jangan sampai kita terhanyut dalam penggunaannya.

Apa yang kita dengar hari ini bukan saja soal teknologi dan kehidupan sehari-hari, tetapi juga tentang pengajaran dan firman yang semakin beragam. Kita tahu bahwa sumbernya dari satu Alkitab, tetapi pengajaran yang disampaikan bisa berbeda-beda. Hal itulah yang juga perlu diperhatikan, supaya kita tidak salah mendengar. Menguji dan melihat kembali pengajaran, kemudian mencocokkanya dengan Alkitab menjadi hal yang sangat penting. Kita tidak bisa serta-merta mengikuti arus pengajaran yang sepertinya Alkitabiah, tetapi jika diteliti lebih dalam, ternyata sangat jauh dari maksud dan tujuan awal penulisan kitab tersebut.

Paulus membuat perbandingan bahwa jika firman yang disampaikan oleh para malaikat yang masih berlaku, jika kita tidak taat maka kita akan mendapatkan konsekuensinya. Apalagi firman yang disampaikan langsung oleh Tuhan Yesus Kristus. Firman di Perjanjian Lama sering dalam bentuk larangan, sedangkan firman yang disampaikan oleh Yesus Kristus sebagian besar dalam bentuk pengajaran kasih. Jika firman yang disampaikan oleh malaikat itu tidak dilakukan, kita akan mendapatkan hukuman, apalagi firman yang disampaikan oleh Yesus secara langsung. Jika kita tidak melakukannya, dipastikan bahwa hukumannya akan lebih dahsyat, yaitu kematian kekal.

Meskipun demikian, pada kenyataannya masih banyak orang yang menyia-nyiakan keselamatan besar yang telah diberikan oleh Yesus Kristus. Berita Injil ini telah diberitakan kepada murid-murid Yesus. Paulus sendiri tidak termasuk di dalam bagian dari kedua belas murid Yesus Kristus. Paulus dipanggil oleh Yesus di waktu belakangan, pada saat dia dalam perjalanan menuju ke kota Damsyik. Kesaksian para rasul itu sangat bisa dipercaya. Mereka yang mendapatkan pengajaran secara langsung dari Yesus Kristus. Mereka juga yang menyaksikan segala sesuatu yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus di dunia ini. Mereka bahkan hidup bersama dengan Yesus Kristus. Mereka juga menjadi saksi akan kematian serta kebangkitan Yesus Kristus. Merekalah saksi yang patut dipercaya. Segala sesuatu yang disampaikan oleh mereka adalah kesaksian yang benar, yang dapat dibuktikan secara jelas.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *