Penderitaan Kristus (Jelajah PB 909)

Ibrani 2:16-18

Melanjutkan renungan sebelumnya, sebenarnya kita bisa membedakan antara orang yang kerasukan setan dengan orang yang sedang sakit secara kejiwaan. Jika orang mengalami sakit kejiwaan atau stres, dia akan kelihatan depresi atau suka melamun, atau susah tidur. Orang-orang seperti ini perlu didampingi secara psikologi, karena memang ia dengan mengalami tekanan dalam hidup dan jiwanya. Jika orang kerasukan, maka ia sebenarnya sadar tetapi hidup dan perilakunya sedang dikendalikan oleh roh lain. Ada orang-orang yang membuka dirinya untuk dirasuki oleh setan, demi untuk pertunjukan atau untuk praktik penyembuhan atas penyakit-penyakit.

Intinya, Tuhan Yesus sudah mengalahkan Iblis. Iblis tidak bisa sembarangan merasuki orang. Hanya orang-orang yang buka celah saja, yang bisa dirasuki oleh Iblis atau setan. Karena itu kita perlu hati-hati. Jangan suka menonton acara-acara yang seperti itu, apalagi dengan membawa anak-anak. Anak-anak bisa tertarik terhadap tontonan yang melibatkan kuasa setan tersebut, sehingga mereka membuka diri untuk setan. Anak-anak bisa kagum terhadap kuasa setan yang ditunjukkan itu, meskipun dilakukan melalui pertunjukan tertentu.

Iblis atau setan sedang bekerja keras untuk merekrut orang, mencari pengikut. Iblis pasti mencari pengikut yang mengaguminya. Dia tidak mungkin mencari pengikut yang melawan atau menolaknya. Bukan hanya Iblis yang dikalahkan oleh Yesus Kristus, tetapi juga maut telah dikalahkan-Nya. Bagi orang yang sudah bertobat dan percaya kepada-Nya, ia sudah memiliki kemenangan atas maut. Dengan jalan pengorbanan-Nya, maka Yesus Kristus membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Banyak orang takut dengan kematian. Karena itu seumur hidup mereka ketakutan dengan kematian.

Tuhan ingin melepaskan kita dari kuasa dan ketakutan terhadap kematian tersebut. Di dalam Yesus Kristus, kita tidak perlu takut dengan hal yang demikian. Ketika Yesus menjadi manusia, Dia tidak sedang mengasihani para malaikat, tetapi sedang mengasihani keturunan Abraham. Yesus datang kebada keturunan Abraham, yaitu bangsa Yahudi. Karena itu, Yesus dalam segala hal disamakan dengan orang-orang Yahudi. Tuhan Yesus datang menjadi Imam Besar atas mereka. Setiap orang yang percaya kepada-Nya akan memiliki status sebagai imam, yaitu imam atas diri sendiri, bukan atas orang lain. Imam atas orang lain adalah Yesus Kristus sendiri, sebagai Imam Besar. Sebagai orang Kristen, kita tidak perlu perantara lagi untuk menghadap kepada Tuhan. Perantara kita bukan orang lain, bukan hamba Tuhan, tetapi Yesus Kristus.

Kedatangan Yesus Kristus adalah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa di muka bumi ini. Ketika Yesus datang sebagai manusia, sebelum Ia mulai pelayanan, ia dicobai terlebih dulu oleh Iblis. Di kuat dan tidak jatuh dalam pencobaan tersebut. Yesus sendiri telah merasakan kelemahan sebagai manusia, apalagi Ia mengosongkan diri dan diposisikan lebih rendah dari malaikat. Ia mengalami kehidupan manusia yang pahit dan melelahkan. Karena pengalaman itulah, maka Yesus bisa menolong kita yang juga sering hidup dalam pencobaan. Jika saat ini kita dalam kondisi yang pahit atau susah dan menyakitkan, kita bisa berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus. Yesus sangat mengerti dengan semua yang kita alami. Dia pernah merasakan semuanya itu, bahkan merasakan penderitaan yang hebat sebagai manusia.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *