Bertekun Dalam Iman (Jelajah PB 943)

Ibrani 12:1-3

Kita memiliki banyak saksi, ketika kita menjalani hidup ini. Para malaikat di surga menyaksikan kita. Iblis juga melihat kehidupan kita setiap hari, untuk mencari manusia yang bisa disesatkan dan ditarik menjadi pengikutnya. Orang-orang percaya di Perjanjian Lama juga menjadi saksi terhadap hidup kita. Di bumi juga demikian, banyak orang yang berada bersama-sama dengan kita, mereka juga mengamat-amati sikap hidup kita sehari-hari. Saksi-saksi tersebut bagaikan awan yang mengelilingi kita.

Karena itu Paulus mengajak kita untuk menanggalkan semua beban dan dosa yang selama ini merintangi kita. Dosa adalah pelanggaran-pelanggaran yang seringkali dilakukan oleh manusia, untuk melawan kehendak Tuhan. Sedangkan beban adalah sesuatu yang ada pada kita, yang membuat kita tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan segala sesuatu, terutama melakukan hal-hal yang baik. Beban membuat kita sulit untuk bergerak dan membuat kita tidak bisa bebas merdeka. Gaya hidup negatif dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik akan menjadi beban tersendiri bagi kita, sehingga kita sulit untuk melakukan hal-hal yang baik.

Kita harus siap untuk bertanding. Kita diajak untuk berlomba dengan tekun, dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Setiap orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, maka ia sedang masuk dalam perlombaan. Ini adalah perlombaan iman, supaya iman kita semakin maju dan bertumbuh, menjadi kuat. Berbicara mengenai pertumbuhan iman, artinya berbicara mengenai pertambahan pengertian mengenai kebenaran, tentu melalui mempelajari firman Tuhan. Iman sendiri terdiri dari tiga unsur, yaitu pengetahuan, perasaan dan kehendak. Ketiga unsur itu harus bertumbuh dengan baik, maka iman akan mengikutinya.

Iman seharusnya didahului dengan pengetahuan, bukan perasaan. Ketika sudah mendapatkan pengertian atau pengetahuan yang benar, maka perasaan akan mengikutinya. Kita harus ingat kembali bahwa iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Pendengaran itu yang pertama-tama akan menambah pengetahuan rohani kita. Setelah muncul pertumbuhan perasaan, barulah muncul pertumbuhan kehendak. Selain pertumbuhan iman, kita juga harus mengusahakan karakter kudus, untuk mengimbangi hati dan posisi kita yang sudah dikuduskan oleh Yesus Kristus, pada saat kita bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus.

Semuanya itu harus kita lakukan dengan mata yang tertuju kepada Yesus Kristus. Dialah yang memimpin kita dalam iman dan yang akan membawa iman itu kepada kesempurnaan. Yesus Kristus menjadi contoh bagi kita dalam bertanding. Ia mengabaikan kehinaan dan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia. Yesus Kristus sekarang duduk di sebelah kanan takhta Bapa di surga. Yesus Kristus tekun menanggung bantahan yang sangat hebat terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa. Dalam persidangan di hadapan Pilatus, terjadi perbantahan yang sedemikian rupa. Demikian juga di hadapan imam Kayafas, terjadi hal yang sama.

Dari semua contoh yang Yesus berikan kepada kita, seharusnya kita tidak menjadi putus asa. Di dalam perlombaan iman ini, seharusnya kita tetap tekun dan tetap maju dengan penuh keberanian serta keyakinan. Kita harus memandang kepada Yesus, melihat contoh dan teladan yang telah diberikan oleh Yesus Kristus. Jangan sampai kita lemah dan putus asa.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *