Baptisan Bayi (Jelajah PB 930)

Ibrani 8:8-13

Sunat adalah tanda perjanjian antara Tuhan dengan Abraham beserta keturunannya. Sunat tidak berkaitan dengan baptisan di masa Perjanjian Baru. Seringkali ada yang mengaitkan antara sunat dengan baptisan untuk membenarkan pengajaran tentang baptisan bayi. Pembaptisan bayi lebih berkaitan dengan sejarah gereja yang pernah menggabungkan antara gereja dengan negara. Pada waktu itu, warga negara Roma sama dengan warga jemaat gereja. Baptisan bayi digunakan sebagai tanda bahwa bayi yang lahir mejadi warga gereja sekaligus sebagai warga negara Roma. Karena itu pada zaman tersebut, jika ada bayi lahir sebagai warga negara Roma, mau tidak mau harus segera dibaptis supaya sah menjadi warga gereja juga. Jika kita mengerti hal ini, maka kita tidak akan melakukan lagi baptisan bayi.

Tetapi sama dengan yang telah dialami oleh bangsa Israel, segala sesuatu yang sudah berlangsung lama dan turun temurun, akan sulit untuk diubah. Bahkan perubahan itu mustahil untuk dilakukan. Karena itu, orang-orang yang sudah mengerti kebenaran, mau tidak mau harus memisahkan diri dari komunitas atau kelompok tersebut. Hal itu pernah dilakukan oleh Martin Luther, ia berani memisahkan diri dari kelompok Katolik dan membuat kelompok tersendiri yang selanjutnya disebut Protestan. Di awal perjuangan Martin Luther, semua berjalan dengan baik. Tetapi karena kemungkinan dia mendapat tekanan dari banyak orang, termasuk dari para pengikutnya yang masih memiliki pola pikir kepercayaan sebelumnya, maka ia pun ikut menggabungkan antara gereja dengan negara di Jerman. Akhirnya Martin Luther kembali masuk ke dalam jeratan pengajaran baptisan bayi.

Demikian juga tokoh Protestan selanjutnya, yaitu Yohanes Kalvin (John Calvin), juga menggabungkan antara gereja dan negara di Jenewa, Swiss. Hasilnya, baptisan bayi terjadi juga dan dilakukan oleh pengikut John Calvin. Kita perlu melihat serta menganalisa jejak sejarah gereja, supaya mengerti dengan pengajaran yang dipahami oleh para pengikutnya.

Di dalam Perjanjian Lama, orang Yahudi pernah tidak setia dengan janji Tuhan. Karena itu Tuhan memperbaharui janji dengan kaum Israel tersebut setelah selesai masa gereja. Saat ini adalah masa gereja, masa sebelum Tuhan mendirikan kerajaan Daud, yaitu kerajaan seribu tahun. Awalnya kerajaan Daud akan didirikan di bumi, ketika orang Yahudi mau menerima Yesus Kristus sebagai Mesias dan Raja Yahudi. Tetapi karena mereka menolak menerima Yesus, maka pendirian kerajaan seribu tahun itu ditunda. Saat ini adalah waktu atau kesempatan bagi bangsa-bangsa di luar Yahudi untuk masuk ke dalam kasih karunia Tuhan. Saat ini adalah masa jemaat lokal, ketika peran tiang penopang dan dasar kebenaran tidak diserahkan kepada bangsa Yahudi, tetapi kepada jemaat atau gereja.

Ketika jemaat sudah diangkat, maka Tuhan akan menaruh hukum-Nya ke dalam akal budi orang Yahudi, serta menuliskannya di dalam hati mereka. Setelah jemaat diangkat, maka akan terjadi masa kesusahan besar selama tujuh tahun yang akan menimpa bangsa Yahudi serta menimpa dunia secara umum. Semua bangsa di dunia ini akan membenci orang Yahudi. Ketika orang Yahudi terjepit, maka mereka akan bertobat secara massal. Pada saat itulah, ketika mereka berseru kepada Tuhan, maka Yesus Kristus akan datang untuk menyelamatkan mereka.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *