Pentateuch

Tanda Budak (Jelajah PL 308)

Keluaran 21:2-6 Di zaman Perjanjian Lama, ada solusi lain bagi orang-orang yang terlibat dalam masalah-masalah tertentu. Daripada mereka dimasukkan ke dalam penjara, lebih baik orang-orang itu dijadikan budak, sehingga tenaganya bisa digunakan lebih produktif. Jika dimasukkan penjara, mereka tidak bisa bekerja secara produktif. Artinya, perbudakan bisa saja menjadi solusi yang lebih baik daripada penjara. Hanya […]

Tanda Budak (Jelajah PL 308) Read More »

Perbudakan (Jelajah PL 307)

Keluaran 21:1 Peraturan selanjutnya adalah penjelasan lebih detail mengenai hukum kelima, yaitu hormat pada orangtua. Sebenarnya bukan hanya orangtua (ayah dan ibu) yang harus dihormati, tetapi semua otoritas yang ada di atas kita, seperti: guru, pemerintah, pemimpin jemaat, dll. Hal ini juga berkaitan dengan tuan dan budak, atau atasan dengan pekerja. Budak harus menghormati tuannya

Perbudakan (Jelajah PL 307) Read More »

Sederhana Saja (Jelajah PL 306)

Keluaran 20:24-26 Mengenai patung atau gambaran-gambaran yang fana, jelas hal ini membuat Tuhan murka. Jika kita sebagai manusia digambarkan atau dimiripkan dengan gambaran binatang, pasti akan sangat marah. Tetapi manusia berdosa justru melakukan hal yang lebih parah, yaitu menggambarkan kemuliaan Tuhan dan membandingkannya dengan patung. Iblis telah berhasil mengecoh manusia. Akhirnya banyak suku bangsa di

Sederhana Saja (Jelajah PL 306) Read More »

Kitab Perjanjian (Jelajah PL 305)

Keluaran 20:18-23 Terjadi peristiwa yang cukup mengejutkan bagi bangsa Israel, terutama pada saat mereka menerima hukum Tuhan melalui Musa di gunugn Sinai. Tuhan menampakkan diri dengan suara yang menggelegar, bersamaan dengan kilat dan asap yang mengepul. Seluruh bangsa Israel merasakan ketakutan yang mendalam. Mereka sedang menyaksikan keagungan dan kekudusan Tuhan, yang tidak pernah disaksikan sebelumnya.

Kitab Perjanjian (Jelajah PL 305) Read More »

Mengelola Keinginan (Jelajah PL 304)

Keluaran 20:15-17 Hukum kedelapan: Jangan mencuri. Mencuri artinya mengambil sesuatu yang bukan milik sendiri. Langit, bumi dan segala isinya adalah milik Tuhan. Ketika kita mencuri, sebenarnya kita tidak hanya bersalah kepada orang yang dicuri barangnya, tetapi kita juga bersalah kepada Tuhan. Sikap tidak terpuji muncul ketika manusia mencuri, karena ia sedang tidak puas dengan semua

Mengelola Keinginan (Jelajah PL 304) Read More »

Scroll to Top