Pentateuch

Gambaran Pengorbanan Bapa dan Yesus (Jelajah PL 91)

Kejadian 22:7-24 Kita tidak bisa membayangkan perasaan Abraham, ketika Ishak bertanya tentang domba korban bakaran. Ishak sendiri diperkirakan sudah remaja atau menuju usia dewasa. Meskipun mungkin dengan perasaan yang galau, tetapi Abraham tetap menjawab pertanyaan Ishak itu dengan iman. Abraham berkata, “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya.” Sadar atau tidak sadar, […]

Gambaran Pengorbanan Bapa dan Yesus (Jelajah PL 91) Read More »

Korban Bagi Tuhan (Jelajah PL 90)

Kejadian 22:6 Dalam penyembahan kita kepada Tuhan, tidak cukup hanya komunikasi, tetapi juga harus ada ketaatan. Ketaatan itu seringkali akan membawa kita pada sebuah pengorbanan. Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu. Tuhan menyuruh Abraham untuk menyerahkan Ishak sebagai korban bakaran. Maka kita tidak perlu kaget, ketika dalam penyembahan kepada Tuhan, kita perlu berkorban. Di

Korban Bagi Tuhan (Jelajah PL 90) Read More »

Tidak Menunda (Jelajah PL 89)

Kejadian 22:3-5 Ketika Tuhan memberi perintah kepada Abraham, maka Abraham segera melakukannya dengan taat. Ia tidak menunda untuk melaksanakan perintah tersebut. Karena itu, keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Abraham untuk mempersiapkan diri berangkat ke tempat yang Tuhan sudah tunjukkan. Ini adalah keputusan dan sikap yang perlu kita contoh. Terlalu banyak orang yang suka menunda-nunda untuk melakukan

Tidak Menunda (Jelajah PL 89) Read More »

Ujian Terhadap Abraham (Jelajah PL 88)

Kejadian 22:1-2 Setelah Ishak disapih dan bertumbuh semakin besar, maka Tuhan menguji iman Abraham. Hal ini dilakukan oleh Tuhan sebelum Sara mati. Diperkirakan peristiwa ini terjadi pada saat Ishak sudah bertumbuh remaja, atau bahkan sudah mulai usia dewasa. Tuhan memberi perintah kepada Abraham, supaya ia mempersembahkan Ishak sebagai korban persembahan. Sebenarnya, terjemahan yang lebih tepat

Ujian Terhadap Abraham (Jelajah PL 88) Read More »

Abraham dan Abimelekh (Jelajah PL 87)

Kejadian 21:15-34 Ketika Hagar dan Ismael tersesat di padang gurun, maka mereka kehabisan air dan Hagar membuang Ismael ke bawah semak-semak. Hagar sudah putus asa, sudah duduk agak jauh dari Ismael. Hagar tidak tahan melihat Ismael yang sudah sekarat, karena kekurangan air. Pada saat itu, Hagar menangis dengan suara nyaring. Ketika Tuhan mendengar tangisan Ismael,

Abraham dan Abimelekh (Jelajah PL 87) Read More »

Scroll to Top