Jelajah PL

Melayani Tuhan (Jelajah PL 441)

Imamat 22:4-13 Imam tidak boleh melaksanakan tugasnya dalam keadaan najis. Najis di pasal ini dijelaskan seperti: penyakit kusta, ada lelehan, atau kena kepada orang lain yang najis. Hal ini mengingatkan kita juga bahwa ketika kita hendak melayani Tuhan, maka kita harus dalam keadaan murni. Melayani Tuhan bukanlah hal yang sepele. Jangan melayani Tuhan tetapi di […]

Melayani Tuhan (Jelajah PL 441) Read More »

Hidup Kudus (Jelajah PL 440)

Imamat 22:1-3 Di pasal ini Tuhan berfirman melalui Musa dan membuat peraturan terhadap imam, khususnya dalam hal pelayanan mereka kepada Tuhan. Biasanya pelayanan para imam ini berkaitan dengan persembahan-persembahan yang diberikan oleh orang Israel kepada Tuhan. Di masa Perjanjian Lama ini, imam menjadi pengantara atau jembatan antara Tuhan dengan umat Israel. Tuhan sudah menggambarkan kekudusan-Nya,

Hidup Kudus (Jelajah PL 440) Read More »

Cacat Rohani (Jelajah PL 439)

Imamat 21:10-24 Dari keturunan Lewi, akan ada satu orang yang diangkat menjadi imam besar. Imam besar yang pertama adalah Harun, lalu diturunkan kepada anak-anak Harun. Imam besar memiliki tugas khusus, yaitu setahun sekali masuk ke ruang maha kudus. Bagi imam besar, ada peraturan-peraturan yang lebih ketat lagi. Ketika seseorang memiliki tanggung jawab besar dan posisinya

Cacat Rohani (Jelajah PL 439) Read More »

Pernikahan Dalam Tuhan (Jelajah PL 438)

Imamat 21:6-9 Para imam dituntut untuk memiliki hidup kudus, karena mereka yang paling dekat dengan Tuhan. Mereka yang akan memberikan korban kepada Tuhan. Mereka yang menjadi perantara antara Tuhan dengan umat Israel. Selain persembahan dalam bentuk korban persembahan binatang, para imam juga mempersembahkan roti, yang di ayat 8 disebut “mempersembahkan santapan Allahmu”. Tuhan tidak memakan

Pernikahan Dalam Tuhan (Jelajah PL 438) Read More »

Beda Penampilan (Jelajah PL 437)

Imamat 21:4-5 Seseorang yang sudah percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, tidak akan menyukai dosa dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhinya. Di dalam 1 Yohanes 3:9 dikatakan, “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”

Beda Penampilan (Jelajah PL 437) Read More »

Scroll to Top