Jelajah PB

Mesias Palsu (Jelajah PB 829)

2 Tesalonika 2:8-10 Manusia durhaka itu akan dibunuh dengan nafas mulut Yesus Kristus. Manusia durhaka itu akan dimusnahkan ketika Yesus datang kembali, setelah masa tujuh tahun kesusahan besar. Kedatangan manusia durhaka itu adalah pekerjaan Iblis. Iblis merasuki manusia, sehingga manusia tersebut menjadi durhaka. Kita harus sadar bahwa kondisi Iblis tidak seperti yang digambarkan di film-film […]

Mesias Palsu (Jelajah PB 829) Read More »

Munculnya Manusia Durhaka (Jelajah PB 828)

2 Tesalonika 2:3-7 Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, manusia durhaka akan menyatakan diri. Manusia durhaka ini disebut harus binasa. Manusia durhaka ini menentang Tuhan dan meminta dirinya untuk disembah sebagai Tuhan. Manusia durhaka ini meninggikan dirinya. Mungkin saat ini sudah ada, tetapi masih menyembunyikan diri dan belum menyatakan diri. Bahkan manusia durhaka tersebut

Munculnya Manusia Durhaka (Jelajah PB 828) Read More »

Memberi Diri Disesatkan (Jelajah PB 827)

2 Tesalonika 2:1-3 Di pasal ini Paulus kembali berbicara mengenai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Ada surat yang diatasnamakan dari Paulus yang dikirim ke jemaat di Tesalonika. Surat itu menyatakan bahwa seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Ternyata Iblis bekerja dengan berbagai macam cara, baik melalui penganiayaan maupun melalui tulisan atau pengajaran. Mungkin karena penganiayaan

Memberi Diri Disesatkan (Jelajah PB 827) Read More »

Pelayanan Kasih (Jelajah PB 826)

2 Tesalonika 1:6-12 Pada saatnya nanti, bukan sekarang, pembalasan Tuhan akan adil. Saat ini posisi kita masih seperti berada diperantauan. Ketika nanti Tuhan Yesus datang bersama dengan para malaikat-Nya, saat itulah terjadi pembalasan. Rasul Paulus sedang memberi penghiburan kepada jemaat di Tesalonika yang sedang mengalami penganiayaan besar. Dari penganiayaan yang mereka alami, membuktikan bahwa mereka

Pelayanan Kasih (Jelajah PB 826) Read More »

Penganiayaan dan Pemurnian (Jelajah PB 825)

2 Tesalonika 1:3-5 Penganiayaan yang semakin buruk, yang terjadi di Tesalonika, tidak membuat mereka lemah. Paulus khawatir, dengan penganiayaan tersebut, ada jemaat Tesalonika yang menjadi lemah atau bahkan keluar dari iman kepada Yesus Kristus. Paulus menguatkan mereka dengan cara mengucap syukur karena mendengar jemaat di Tesalonika tabah dan kuat menghadapi penganiayaan tersebut. Bahkan kasih yang

Penganiayaan dan Pemurnian (Jelajah PB 825) Read More »

Scroll to Top