Ulangan 20:1-8
Israel merupakan negara yang cukup kecil dibandingkan dengan negara lain. Sampai saat ini, Israel juga memiliki wilayah kecil. Sepanjang sejarah, wilayah Israel dikelilingi oleh negara-negara yang besar: Mesir di selatan, Siria di atas, ada Babel dan Asyur. Selain itu, Tuhan juga melarang Israel untuk memiliki banyak kuda, padahal kuda sangat penting digunakan dalam peperangan maupun pertahanan militer. Tetapi Tuhan berkata kepada bangsa Israel supaya tidak takut, karena Tuhan yang akan berperang di pihak mereka.
Dalam peperangan, imam memiliki tugas untuk menguatkan hati rakyat Israel. Imam juga bertugas untuk mengingatkan rakyat Israel terhadap Tuhan. Jika Tuhan beserta dengan bangsa Israel, maka tidak akan ada yang bisa melawan bangsa itu. Tetapi dalam perjalanan sejarah, seringkali bangsa Israel meninggalkan Tuhan, sehingga mereka mengalami kekalahan berkali-kali pada saat musuh menyerang. Bahkan mereka juga sempat masuk ke tempat pembuangan.
Israel tidak memiliki tentara khusus. Jika ada pun jumlahnya tidak banyak. Jika sebuah negara memiliki tentara dengan jumlah yang banyak, tentu perlu biaya untuk kehidupan para tentara itu. Kalau tidak ada peperangan, maka tentara itu tidak memiliki pekerjaan. Jika ada musuh, rakyat Israel baru berkumpul. Setiap rakyat Israel harus siap untuk menjadi tentara, jika diperlukan. Ini menjadi gambaran bagi orang percaya pada saat ini, ketika kita menghadapi pertempuran rohani setiap hari.
Pertempuran rohani bukan hanya untuk para gembala atau penginjil. Sebenarnya pertempuran rohani itu akan terus berlangsung dan musuh-musuh akan terus menyerang orang percaya, setiap saat dan setiap waktu. Ketika kita memutuskan untuk bertobat dan percaya kepada Yesus, lalu memberi kesaksian dengan cara dibaptis, pada saat itulah kita sedang berada di pihak Tuhan. Musuh kita ada Iblis, yang sewaktu-waktu akan menyerang kita.
Israel menerapkan wajib militer kepada rakyatnya. Seringkali ada rakyat yang takut untuk masuk ke dalam wajib militer. Karena itu, Tuhan mengecualikan beberapa kriteria orang yang tidak perlu masuk ke dalam wajib militer ini. Kriterianya antara lain: orang yang telah mendirikan rumah baru dan belum sempat menempatinya, orang yang baru memulai membuat kebun anggur dan belum mengecap hasilnya, baru bertunangan dan belum sempat menikah.
Orang-orang dengan kriteria tersebut, hatinya sedang tidak tertuju atau fokus pada peperangan. Orang yang seperti itu tidak akan bisa sepenuh hati di dalam pertempuran. Mereka bisa nudah menjadi korban peperangan, sehingga mati dalam pertempuran dengan sia-sia. Kriteria yang lain adalah orang yang takut dan lemah hati, mereka diperbolehkan untuk tidak ikut berperang. Orang-orang seperti ini bisa memberi pengaruh yang tidak baik kepada teman-temannya yang lain.
Sepertinya kebijakan seperti ini hanya bisa diberlakukan bagi bangsa Israel yang mendapatkan pertolongan dan pembelaan Tuhan. Tuhan tidak pernah peduli dengan jumlah orang yang mau berperang bagi Dia. Tuhan jauh lebih peduli pada hati orang yang sedang berperang untuk Dia. Prinsip ini nanti akan diterapkan juga pada masa Gideon pada saat akan berperang melawan orang-orang Midian.
Views: 12