Ulangan 10:1-2
Pada waktu pemulihan, maka firman Tuhan harus dikembalikan pada tempatnya yang semula. Tuhan memberi perintah kepada Musa untuk memahat dua loh batu yang serupa dengan sebelumnya. Setelah itu, Musa kembali naik ke gunung Sinai dan Tuhan akan menuliskan firman itu kembali di dua loh batu yang baru itu. Ini adalah gambaran besar tentang inspirasi Alkitab. Alkitab atau firman Tuhan bukanlah buku biasa, bukan hasil dari pikiran manusia.
Pada saat membaca renungan ini, saudara-saudari sebaiknya tidak hanya membaca renungan ini saja, tetapi pertama-tama harus membaca ayat-ayat Alkitabnya. Renungan ini hanya membantu menjelaskan firman tersebut. Yang paling penting adalah firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Memang tidak semua isi Alkitab ditulis seperti cara Tuhan menulis langsung di atas dua loh batu itu. Tetapi, ada kerja sama antara manusia dengan Tuhan dalam pengilhaman ini.
Musa diberi kesempatan untuk menyediakan dua loh batu itu. Sebenarnya Tuhan bisa menciptakan dua loh batu itu langsung. Tetapi Tuhan ingin bekerja sama dengan manusia. Pada waktu itu Musa sudah tua. Untuk memahat dua loh batu, perlu tenaga yang kuat. Tuhan tidak memberikan Alkitab kepada kita dengan cara menjatuhkannya langsung dari Surga. Jika Tuhan melakukan itu, Iblis akan melakukan hal yang serupa.
Tuhan, melalui Roh Kudus, menggerakkan dan menginspirasikan kepada orang-orang tertentu, bagaikan jari Tuhan yang menulis melalui hati manusia. Jika Musa menyediakan loh-loh batu, maka ada orang-orang lain yang dipakai oleh Tuhan, Roh Kudus menggerakkan loh hati orang-orang tersebut. Ketika orang-orang itu menulis Alkitab, sama saja Tuhan sedang menulis. Proses inspirasi Alkitab terjadi ketika Tuhan menulis firman-Nya melalui manusia.
Di dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Di dalam 2 Petrus 1:20-21 dikatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Firman Tuhan telah menjelaskan sendiri tentang proses nubuatan serta penulisan Alkitab. Semua terjadi karena dorongan Roh Kudus, bukan atas kehendak manusia itu sendiri.
Selanjutnya, Tuhan memelihara firman-Nya itu, supaya semua orang di semua generasi bisa mendapatkan firman yang sama, sepanjang masa. Di dalam Matius 5:18, Tuhan berkata, “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”
Di dalam 1 Petrus 1:24-25 dikatakan, “Sebab: Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.”
Views: 23