Ulangan 4:7-10
Tuhan menginginkan bangsa Israel menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain, sehingga nama Tuhan diberitakan melalui bangsa ini. Bangsa Israel pernah menjadi terang yang sangat bersinar bagi bangsa-bangsa lain. Salah satunya ketika masa pemerintahan raja Salomo. Pada waktu itu ratu Syeba jauh-jauh datang untuk melihat hikmat Tuhan melalui raja Salomo. Mereka melihat Israel dengan kekaguman. Karena itu di ayat 7 dikatakan, “Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?”
Tidak ada bangsa lain yang mempunyai ketetapan dan peraturan yang sangat adil. Hukum Taurat merupakan hukum dan dokumen yang tidak ada bandingannya dengan dokumen bangsa lain. Tuhan itu begitu dekat, sehingga bangsa Israel bisa dengan leluasa memanggil kepada-Nya. Banyak ilah-ilah lain dari bangsa di luar Israel, tidak bisa ditemui dengan mudah, karena memang ilah itu tidak ada. Seandainya ada, ilah itu berasal dari Iblis dan memerlukan banyak kurban, salah satunya harus mengurbankan manusia atau anak sendiri.
Jika ada di antara kita yang pernah pergi ke dukun, maka akan ada banyak syarat yang harus dibawa dan diberikan. Seringkali syarat-syarat itu tidak masuk akal manusia. Setelah itu baru ketemu ilahnya, tidak lain adalah Iblis. Dengan Tuhan yang benar, Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel, maka kita begitu dekat dengan Tuhan. Bahkan Yesus sendiri mengajarkan kepada kita untuk memanggil Tuhan itu dengan sebutan Bapa. Di zaman Perjanjian Lama saja Tuhan sangat dekat, apalagi di zaman Perjanjian Baru dan zaman kita saat ini.
Karena begitu dekatnya kita dengan Tuhan, maka, sebagai orang percaya, sebagai orang Kristen, kita memiliki kesempatan setiap saat untuk datang kepada Tuhan. Kita bisa datang kepada Tuhan melalui doa dan merenungkan firman Tuhan. Dengan doa, kita bisa memohon dan menyatakan kerinduan kita kepada Tuhan. Dengan merenungkan firman Tuhan, kita bisa mendengarkan suara Tuhan. Ingat, suara Tuhan tidak bisa kita dengar secara langsung. Suara Tuhan bisa kita dapatkan saat merenungkan firman Tuhan. Saat itulah, Roh Kudus akan mencerahkan pikiran kita, hati nurani kita, dan menguatkan kita.
Filipi 4:6-7 mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampau segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Betapa indahnya kehidupan orang Kristen, karena memiliki kedekatan dengan Yesus Kristus.
Musa mengingatkan kepada bangsa Israel di ayat 9, “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu.” Iman rohani kita juga harus diteruskan kepada keturunan kita, kepada anak cucu kita. Ini adalah tanggung jawab generasi Yosua. Ini juga menjadi tanggung jawab kita hari ini. Ini menjadi tanggung jawab terbesar kita, di masa kita, supaya keturunan kita tidak menjadi orang yang terhilang.
Views: 38