Tidak Terlalu Ekstrim Soal Makanan (Jelajah PL 665)

Ulangan 14:2-21

Di zaman Perjanjian Lama, Tuhan memberi aturan makanan karena berbagai macam alasan. Pada waktu itu, makanan dijadikan sebagai salah satu simbol. Makanan yang diharamkan, menjadi gambaran dosa. Masa Perjanjian Lama diibaratkan sebagai masa kanak-kanak. Melalui simbol ini, Tuhan ingin mengajarkan bahwa kepedulian tentang kesucian harus diwujudkan melalui makanan. Makanan adalah kebutuhan primer manusia, yang harus dipenuhi setiap hari.

Dengan memperhatikan makanan yang dimakan, Tuhan mengajarkan kepada bangsa Israel supaya memperhatikan semua hal yang akan dilakukan. Makanan saja harus diperhatikan, apalagi semua hal yang berkaitan dengan kehidupan rohani. Orang Israel dididik oleh Tuhan, setiap kali mereka makan, mereka harus memperhatikan semua hal, termasuk hal-hal yang kecil dan sederhana. Tindakan ini diharapkan bisa melatih bangsa Israel untuk berpikir sebelum bertindak.

Hari ini memang tidak ada lagi makanan yang diharamkan. Tetapi ada banyak hal yang bisa saja masuk ke dalam hati kita. Di dalam makanan kita tidak perlu pilih-pilih, tetapi untuk makanan rohani, kita harus tetap memilih, makanan rohani yang sehat. Sangat menyedihkan ketika orang-orang Kristen tidak memisahkan diri dari pikiran dan perilaku duniawi.

Hari ini, kita bisa bebas makan apa saja. Tetapi, beberapa makanan yang dilarang oleh Tuhan di Perjanjian Lama, ternyata memang bisa memengaruhi kesehatan, terutama jika kita memakannya secara berlebihan. Pada zaman dulu, teknik memasak belum modern seperti saat ini. Binatang-binatang tertentu bisa menjadi lebih kotor dibandingkan dengan binatang yang lain. Seperti burung, ada burung-burung yang dikategorikan sebagai burung kotor, seperti burung pemangsa atau burung pemakan bangkai.

Di zaman ini, karena ingin hidup yang lebih bersih, ada orang-orang yang mengkampanyekan makanan vegetarian. Mereka tidak diperbolehkan makan binatang hidup. Tidak ada dasar bagi orang Kristen untuk melakukan vegetarian. Jika memang tujuannya untuk kesehatan, bisa dilakukan. Tetapi manusia sebenarnya memerlukan protein dari binatang, yang beberapa memang tidak bisa didapatkan dari tumbuhan atau sayuran.

Sebenarnya kita tidak perlu terlalu ekstrim dalam hal makanan. Yang paling penting, kita bisa menjaga diri baik-baik, makan-makanan yang sewajarnya. Kita tidak perlu makan secara berlebihan. Makan makanan yang seimbang, sudah cukup baik bagi diri kita. Ketika kita memeriksakan kesehatan kita, kita juga bisa menjaga diri, supaya tidak makan makanan yang bisa memicu penyakit-penyakit tertentu.

Ada satu larangan yang cukup unik di ayat 21, “Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya.” Ada beberapa penafsiran tentang hal ini. Sepertinya Tuhan memberi peringatan kepada bangsa Israel supaya mereka tidak keterlaluan terhadap binatang. Sebagai manusia, seharusnya bangsa Israel memiliki hikmat, termasuk juga dalam memperlakukan binatang. Sering kali hal ini bisa menjadi simbol, supaya orang Israel juga tidak keterlaluan dengan sesamanya.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top