Tawaran Perdamaian (Jelajah PL 687)

Ulangan 20:9-20

Setelah mendapatkan orang-orang yang berani dan siap berperang, maka rakyat Israel itu dibagi dalam beberapa pasukan tentara. Setiap pasukan memiliki orang yang siap untuk memimpin dan mengepalai pasukan itu. Ketika akan berperang atau menyerang musuh, Israel diharuskan untuk menawarkan perdamaian kepada musuh yang akan diserang itu. Memang ada perang-perang yang tidak bisa dihindari, tetapi hal pertama yang harus dilakukan sebelum berperang adalah menawarkan perdamaian.

Jika kota ata bangsa itu menerima tawaran perdamaian, lalu membuka pintu gerbangnya bagi Israel, maka semua orang yang ada di kota itu harus mau menjadi hamba. Jika kota tersebut tidak mau berdamai, maka bangsa Israel harus menyerang kota itu dan membunuh seluruh penduduk laki-laki dengan mata pedang. Pada saat ini, sepertinya hal ini tidak manusiawi. Tetapi, di masa itu, hal ini harus dilakukan sebagai standar perang. Perempuan, anak-anak, hewan, dan semua yang ada di kota tersebut menjadi milik bangsa Israel.

Standar di atas adalah untuk peperangan yang terjadi di kota yang sangat jauh dari wilayah Israel. Jika kota atau bangsa itu berada di dekat wilayah Israel, standarnya berbeda. Mereka adalah orang-orang Kanaan yang sangat jahat di mata Tuhan. Tuhan memakai Israel sebagai penghukum bagi bangsa-bangsa ini, yakni: orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus.

Jika ada orang-orang di antara bangsa itu yang mau bertobat, mereka diampuni oleh bangsa Israel. Seperti Rahab, dia diterima oleh Israel. Tetapi mereka yang tetap di dalam kejahatan serta penyembahan berhala, mereka tetap ditumpas habis. Hal ini dilakukan supaya mereka tidak mengajar orang Israel untuk berbuat keji. Pengaruh yang buruk akan lebih kuat daripada pengaruh baik. Ternyata, bangsa Israel telah gagal untuk melakukan ini. Bangsa Israel tidak menumpas habis bangsa itu.

Karena tidak mau menaati perintah Tuhan, maka bangsa-bangsa yang dibiarkan hidup itu telah membelokkan hati Israel. Banyak orang Israel pada akhirnya mati karena mereka gagal melakukan perintah Tuhan. Akhirnya berujung pada pembuangan bangsa Israel. Jumlah korban dari bangsa Israel menjadi sangat banyak, karena mereka tunduk pada kesesatan dan penyembahan berhala.

Selain manusia, Tuhan juga peduli dengan pohon-pohon serta lingkungan tempat Israel berperang. Pohon-pohon di tempat itu tidak diperbolehkan untuk ditebang, terutama pohon yang menghasilkan buah. Bangsa Israel diperbolehkan untuk memakan buahnya, tetapi tidak diperbolehkan untuk menebang atau merusak pohonnya. Hanya pohon-pohon yang tidak menghasilkan buah yang diperbolehkan untuk ditebang, dijadikan pagar.

Kepedulian Tuhan terhadap pohon-pohonan ini karena bermanfaat bagi manusia. Jika bangsa Israel merusak semua pohon, mereka akan kesulitan untuk mendapatkan makanan. Ketika pohon-pohon yang berbuah itu tidak dimusnahkan, selesai mereka berperang, mereka masih bisa menikmati hasil dari buah pohon tersebut.

Views: 18

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top