Tawanan Perempuan (Jelajah PL 689)

Ulangan 21:10-14

Dikatakan di ayat 5 bahwa imam-imam dari bani Lewi itu dipilih oleh Tuhan untuk melayani Tuhan dan mereka memiliki kewenangan untuk memberi berkat demi nama Tuhan. Konsep ini juga sudah tercatat di dalam Ulangan 10:8, “Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN, untuk bertugas melayani TUHAN dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai sekarang.”

Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa di Perjanjian Baru dan zaman gereja, tidak ada lagi perbedaan antara imam dengan awam. Di zaman gereja ini, semua orang percaya adalah imam. Semua orang percaya hari ini bisa langsung berhubungan dengan Tuhan, tanpa melalui perantara manusia yang lain. Sudah ada perantara utama dan satu-satunya, yaitu Yesus Kristus. Kita tidak memerlukan perantara yang lain lagi.

Di dalam peperangan, akan ada banyak korban. Pada zaman Perjanjian Lama, orang yang kalah perang akan menjadi milik pemenang, biasanya akan dijadikan sebagai tawanan. Bangsa selain Israel akan memperlakukan tawanan seperti barang dan budak. Justru di sini Tuhan sedang memberi perlindungan pada perempuan. Jika dilihat ada tawanan perempuan yang cantik, Tuhan memberi peraturan supaya perempuan itu bisa dijadikan istri oleh orang Israel.

Bangsa selain Israel pada waktu itu tidak memiliki aturan seperti ini. Perempuan tawanan perang akan dijadikan sebagai budak atau barang yang bisa dipermainkan. Tuhan tidak mengizinkan orang Israel melakukan tawanan perempuan dengan keji. Jika ada yang tertarik dengan tawanan perempuan, maka laki-laki Israel harus menjadikannya istri. Perempuan itu harus dibawa ke serta diberi waktu untuk mengurangi kesedihannya.

Tawanan perang pasti memiliki trauma tersendiri. Biasanya mereka sudah kehilangan keluarganya, termasuk kehilangan orang tuanya. Tuhan memberi perintah supaya perempuan itu diberi waktu satu bulan untuk menangisi ibu dan bapaknya. Tuhan tidak hanya peduli dengan fisik tawanan perempuan itu, tetapi juga peduli dengan kondisi psikologi dan mentalnya. Perempuan itu akhirnya memasuki kehidupan yang baru.

Tawanan perempuan itu harus keluar dari masa lalunya. Simbol yang digunakan adalah mencukur rambut, memotong kuku, serta menanggalkan pakaian tawanan. Dulunya perempuan ini berasal dari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan dan penyembah berhala. Setelah dijadikan istri oleh orang Israel, ia akan masuk menjadi orang Israel yang sesungguhnya. Perempuan itu harus siap untuk meninggalkan ilah-ilah serta kebiasaan lamanya.

Waktu satu bulan itu juga bisa dipakai oleh pihak laki-laki untuk memikirkan ulang keputusannya itu. Setelah semua dipertimbangkan dengan baik, maka perempuan itu bisa dijadikan istri. Jika laki-laki Israel tidak suka lagi dengan perempuan itu, maka perempuan itu tidak boleh dijual. Perempuan itu juga tidak boleh dijadikan budak. Perempuan itu harus dibiarkan pergi sebagai orang merdeka. Ini hanya pada saat kondisi Israel dalam peperangan, bukan untuk dijadikan sebagai contoh di masa sekarang.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top