Ulangan 13:1-4
Sebagai orang percaya, seharusnya kita percaya bahwa mujizat Tuhan itu masih berlaku sampai hari ini. Tetapi kita perlu waspada, karena juga banyak mujizat palsu yang muncul. Bahkan mujizat palsu itu hasilnya setara dengan mujizat yang asli. Mujizat Tuhan pasti dilakukan oleh Tuhan sendiri, karena doa dan permohonan kita. Mujizat Tuhan tidak dilakukan melalui orang lain. Tidak ada orang yang pada saat ini diberi oleh Tuhan kuasa atau karunia khusus untuk mengadakan mujizat.
Di dalam Alkitab, karunia khusus untuk mengadakan mujizat hanya diberikan kepada para rasul. Karunia mujizat menjadi satu tanda bahwa orang tersebut adalah rasul Yesus Kristus, utusan Yesus Kristus. Di dalam 2 Korintus 12:12 dengan jelas dikatakan, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku (Paulus) adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.”
Pada waktu itu Paulus sedang diserang kerasulannya. Ada orang-orang Korintus yang meragukan Paulus sebagai rasul atau utusan Yesus Kristus. Paulus memiliki latar belakang sebagai penganiaya jemaat, sehingga ada orang-orang yang berusaha untuk menyerang Paulus atau meragukan Paulus sebagai pemberita Injil. Karena itu, Paulus membuktikan diri sebagai rasul, yaitu dengan melakukan tanda-tanda, mujizat-mujizat, dan kuasa-kuasa.
Artinya, karunia melakukan mujizat adalah tanda kerasulan. Di dalam Kisah Para Rasul bahkan disebutkan bahwa sapu tangan Paulus bisa dibawa ke mana-mana untuk menyembuhkan orang dan mengusir roh jahat (Kis 19:12). Bayangan Petrus juga bisa menyembuhkan orang yang sakit (Kis 5:15). Hari ini tidak ada lagi rasul Yesus Kristus, tidak ada lagi orang yang memiliki karunia melakukan mujizat. Mujizat bisa terjadi, ketika Tuhan mengabulkan doa kita.
Misalnya, jika kita sakit atau ada orang lain sakit, pertama kali yang harus kita lakukan adalah berdoa kepada Tuhan. Selain berdoa, kita juga bisa melakukan hal lain dengan cara pengobatan secara medis. Tuhan bisa menyembuhkan sakit penyakit dengan berbagai cara, entah melalui cara yang ajaib atau melalui obat dan perawatan. Ketika Tuhan mengizinkan kita sembuh dari sakit penyakit, berarti Tuhan sudah mengabulkan doa kita. Ketika Tuhan mengabulkan doa kita, bukan berarti bahwa kita memiliki karunia penyembuhan atau mengadakan mujizat.
Ada penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan oleh kuasa Iblis. Memang penyakit itu sembuh, tetapi tetap disebut sebagai mujizat palsu. Di dalam Alkitab, mujizat itu berfungsi sebagai tanda yang menunjuk kepada Tuhan. Yesus Kristus melakukan mujizat untuk menunjukkan dan membuktikan diri sebagai Mesias. Para rasul melakukan mujizat untuk membuktikan kerasulannya. Hari ini orang melakukan mujizat, untuk membuktikan apa?
Tidak ada rasul yang digantikan, selain Yudas Iskariot yang sudah mengkhianati Yesus. Jika ada rasul yang meninggal, seperti rasul Yakobus, tidak digantikan dengan orang lain untuk diangkat menjadi rasul. Ketika rasul terakhir, yaitu rasul Yohanes meninggal, maka tidak ada lagi rasul yang lain, sampai saat ini. Tidak ada orang Kristen di zaman ini yang bisa mengangkat diri atau memperkenalkan diri sebagai rasul Yesus Kristus. Jika ada, bisa dipastikan bahwa dia adalah penyesat.
Views: 4