Sistem Ekonomi (Jelajah PL 667)

Ulangan 15:1-5

Di pasal ini, Tuhan menjelaskan tentang sistem ekonomi yang diberlakukan di Israel. Pada saat ini, ada berbagai macam sistem ekonomi yang digunakan. Yang paling terkenal, ada sistem kapitalisme dan sosialisme atau komunisme. Sering terjadi pertentangan di antara kedua sistem ekonomi ini. Tetapi sistem ekonomi komunisme, tidak bisa berjalan dengan baik pada saat ini. Di dalam sistem ekonomi komunis, orang tidak memiliki milik pribadi. Semua menjadi milik negara.

Sistem ini akhirnya tidak berjalan, karena orang diberi upah sama, meskipun memiliki tanggung jawab yang berbeda. Jika seseorang bekerja keras, mereka juga tidak akan mendapatkan miliki pribadi. Karena itu, akhirnya orang-orang menjadi malas untuk bekerja. Sistem ini juga tidak konsisten, karena para pemimpin pemerintahan bisa menikmati kekayaan. Sementara, rakyat yang lain kekayaannya disamakan.

Sistem ekonomi sosialisme agak berbeda, karena mereka akan menggunakan harta orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin. Secara konsep, sistem ekonomi ini bagus. Tetapi dalam penerapannya, orang-orang yang biasa dibantu, mereka akan menjadi malas dan berkeinginan untuk mendapat bantuan terus menerus. Selain itu, orang kaya diharuskan untuk membayar pajak lebih tinggi dari yang seharusnya.

Sistem ekonomi kapitalisme jauh lebih baik daripada sistem ekonomi sebelumnya. Tetapi, sistem ekonomi kapitalisme ini juga bukan sistem yang sempurna. Masalah yang sering terjadi pada sistem kapitalisme adalah kesenjangan sosial. Di dalam sistem ini, setiap warga negara bisa mendapatkan harta secara pribadi. Semua orang juga diperbolehkan untuk bekerja dan berjuang untuk mendapatkan harta pribadi sebanyak-banyaknya. Di negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis, biasanya akan banyak muncul masalah sosial.

Dari semua sistem ekonomi yang ada itu, bisa dibandingkan dengan sistem ekonomi yang diajarkan oleh Tuhan di dalam Ulangan 15 ini. Ketika bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, mereka akan memiliki tanah milik pusaka masing-masing, sesuai dengan pembagian dari Tuhan. Semua orang juga bebas bekerja. Tetapi Tuhan juga memberi peraturan. Misalnya, di dalam kehidupan bermasyarakat di Israel, tidak diperbolehkan ada hutang yang memiliki jangka waktu panjang. Semua hutang, setelah tujuh tahun, hutang itu harus dianggap lunas.

Dengan penghapusan hutang ini, kesenjangan sosial ditekan. Ini juga menjadi salah satu tindakan kasih dari satu orang kepada yang lain. Dengan demikian, tidak ada orang Israel yang mengalami keterpurukan ekonomi karena tidak kuat membayar hutang. Penghapusan hutang juga mengurangi praktik hutang piutang dengan bunga yang tinggi. Di tahun ketujuh, apapun bentuk hutang itu, harus dihilangkan. Ini berlaku untuk sesama orang Israel.

Dengan pemberlakuan praktik ini, di ayat 4 Tuhan berjanji bahwa tidak akan ada orang miskin di antara orang Israel, karena Tuhan akan memberkati mereka di tanah yang diberikan oleh Tuhan sebagai milik pusaka. Hanya saja, Tuhan memiliki syarat, yaitu mendengarkan baik-baik suara Tuhan dan melakukan firman Tuhan dengan setia.

Views: 20

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top