Ulangan 10:3-7
Meskipun dua loh batu itu sudah pecah, tetapi Tuhan menulis ulang. Ini menjadi salah satu bentuk pemeliharaan Tuhan atas firman-Nya. Di dalam Yeremia 36 juga ada peristiwa yang serupa. Yeremia telah menuliskan firman di dalam gulungan kitab, tetapi dirusak dan dimusnahkan oleh raja Yoyakim. Di ayat 26, Tuhan memberi perintah kepada Yeremia, “Ambil pulalah gulungan lain, tuliskanlah di dalamnya segala perkataan yang semula ada di dalam gulungan yang pertama yang dibakar oleh Yoyakim, raja Yehuda.”
Kita tidak perlu khawatir jika ada orang yang mengatakan bahwa kitab yang kita baca ini sudah diubah atau dipalsukan. Sebagai orang beriman, kita percaya bahwa Tuhan memelihara firman-Nya. Setelah Tuhan menuliskan firman-Nya pada dua loh batu itu, maka batu itu ditaruh di dalam tabut. Tentu saja tabut perjanjian itu tidak dibuat langsung oleh Musa. Kitab Ulangan ini hanya menjelaskan ulang hal-hal penting, tanpa menuliskan kembali hal-hal yang detail. Semua hal teknis terperinci, sudah dijelaskan sebelumnya di kitab Keluaran.
Di dalam proses pemulihan, selain kembali kepada firman, perlu ada pengantara atau pendamai. Ketika manusia berbuat dosa, manusia itu sedang melukai Tuhan karena telah memberontak kepada Tuhan. Untuk memperbaiki hubungan itu, perlu ada seorang pengantara. Bagi orang yang belum diselamatkan, mereka sebenarnya adalah seteru (musuh) Tuhan. Orang tersebut memiliki status masih berada di bawah hukuman. Jika orang tersebut mati, maka ia akan masuk neraka, karena sejatinya statusnya adalah seteru Tuhan.
Untuk orang-orang tersebut, Tuhan sudah menyediakan Pengantara. Dengan Pengantara itu, orang bisa bertobat atau berbalik, sehingga diperdamaikan dengan Tuhan. Satu-satunya Pengantara itu adalah Yesus Kristus. Di dalam 1 Timotius 2:5-6 dikatakan, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.”
Untuk orang yang sudah diselamatkan, maka status kita sudah menjadi anak Tuhan. Yohanes 1:12 dikatakan, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Tuhan, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;” Tetapi, jika kita jatuh ke dalam dosa lagi dan memang masih bisa jatuh, sebenarnya dosa itu juga sudah ditanggung oleh Yesus Kristus juga. Yesus Kristus telah menanggung seluruh dosa kita. Meskipun demikian, bukan berarti kita bebas untuk berbuat dosa.
Jika kita sudah diselamatkan dan jatuh ke dalam dosa, kita tidak lagi terancam neraka, tetapi kita sedang melukai hati Bapa kita. Kita harus ingat bahwa kita sudah percaya kepada Yesus Kristus dan status kita sudah berubah menjadi anak Allah. Hubungan kita dengan Bapa bisa menjadi renggang. Kita bisa kehilangan persekutuan yang indah dengan Tuhan. Kita bisa kehilangan sukacita dan berkat-berkat Tuhan.
Supaya hubungan itu kembali baik, maka Sang Pengantara tetap Yesus Kristus. Di dalam 1 Yohanes 1:9 dikatakan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
Views: 26