Ulangan 24:14-22
Tuhan tidak memperbolehkan terjadi pemerasan terhadap pekerja harian yang miskin dan menderita. Pemerasan itu tidak boleh dilakukan, baik kepada sesama orang Israel maupun terhadap orang asing yang berada di negeri Israel. Tuhan selalu membela orang yang lemah, orang yang miskin dan tidak berdaya. Orang kaya maupun orang miskin memiliki posisi yang sama di hadapan Tuhan. Mereka harus melakukan kebenaran Tuhan, tanpa terkecuali.
Tuhan selalu memperjuangkan hak-hak orang yang tertindas. Jika orang miskin berseru kepada Tuhan, Tuhan akan mendengarkan seruan itu. Karena itu, Tuhan menginginkan supaya orang-orang kaya yang bisa mempekerjakan orang lain, mereka berlaku baik dan adil terhadap para pekerjanya. Ada orang-orang yang bisa hidup tanpa bekerja, karena memang memiliki tabungan yang banyak. Tetapi, di sisi lain, ada orang yang harus bekerja setiap hari, untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Seorang ayah tidak diperbolehkan dihukum mati karena kesalahan anaknya. Demikian sebaliknya, seorang anak juga tidak boleh dihukum mati karena kesalahan ayahnya. Ada negara-negara yang memberlakukan hukuman bagi seluruh anggota keluarga, padahal yang bersalah hanya seorang anggota keluarga saja.
Tuhan berkali-kali mengingatkan Israel bahwa mereka dahulu adalah budak di Mesir. Tuhan telah menebus dan membebaskan mereka dari perbudakan itu. Karena itu, orang Israel tidak diperbolehkan untuk menindas orang lain. Orang Israel tidak diperbolehkan untuk merebut hak orang asing dan anak yatim. Mereka juga tidak diperbolehkan mengambil pakaian seorang janda sebagai gadai.
Ketika kita bisa terus mengingat kasih karunia dan anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita, akan menjadi pedoman yang baik dalam hidup ini. Ketika kita ingat kebaikan Tuhan, maka kita juga akan selalu berbuat baik kepada sesama. Kita akan rela bermurah hati kepada orang lain, karena kita telah terlebih dahulu menerima kemurahan dari Tuhan.
Pada saat orang Israel menuai hasil ladang, lalu lupa untuk menuai seberkas di ladang, maka orang itu tidak diperkenankan untuk kembali mengambilnya. Berkas yang terlupa itu menjadi bagian dari orang asing, anak yatim, dan janda. Demikian juga ketika panen hasil pohon zaitun dengan memukul-mukul, maka orang Israel tidak perlu memeriksa sampai dahan-dahannya. Ada hasil panen yang tidak perlu diambil, karen aitu menjadi bagian orang asing, anak yatim, dan janda.
Program ini bisa disebut sebagai jaring sosial. Di Israel, program ini tidak dilakukan oleh pemerintah, tetapi dilakukan oleh seluruh masyarakat. Mereka diajar untuk berbaik hati pada orang-orang yang membutuhkan. Orang-orang kaya yang memiliki kebun, ketika mereka menuai, mereka tidak perlu menuai terlalu bersih. Lebih baik masih ada sisa-sisa yang ditinggalkan, supaya sesama mereka yang miskin dan membutuhkan, bisa ikut menikmati hasil panen itu.
Hal ini juga mengajarkan supaya semua orang, baik kaya maupun miskin, harus bekerja. Orang yang berkekurangan tidak hanya meminta belas kasihan, tetapi tetap bisa ikut panen. Hal ini juga terjadi di zaman Rut. Rut bekerja di belakang para pekerja Boas.
Views: 0