Ulangan 14:22-29
Di ayat ini, Tuhan mengingatkan kembali tentang persembahan persepuluhan. Hukum tentang makan binatang, ternyata berubah-ubah sesuai dengan kondisi. Aturan mengenai persembahan persepuluhan juga ada perubahan. Persepuluhan ternyata tidak dicatat hanya pada hukum Taurat. Sebelum hukum Taurat diberikan, persepuluhan telah dilaksanakan. Abraham, telah memberikan persepuluhan kepada Melkisedek (Kejadian 14). Yakub juga memberikan persepuluhan kepada Tuhan. Semua itu sudah dilaksanakan sebelum hukum Taurat ditulis.
Setelah masa bangsa Israel dan ibadah simbolik selesai, tidak ada penghilangan atau pembatalan persepuluhan di Perjanjian Baru. Hal ini berbeda dengan aturan tentang makanan, karena di Perjanjian Baru aturan itu sudah dihentikan. Di dalam Matius 23:23 dikatakan, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus kamu lakukan dan yang lain jangan diabaikan.”
Tuhan Yesus tidak menghilangkan persepuluhan. Bahkan Ia berkata bahwa yang satu harus dilakukan, sedangkan yang lain jangan diabaikan. Persepuluhan sesuai aturan Israel memang tidak berlaku lagi bagi kita. Tetapi prinsip persepuluhan sebenarnya masih berlaku. Persepuluhan Israel adalah penerapan prinsip di zaman Israel. Bagi orang Israel, persepuluhan itu harus diberikan kepada orang Lewi.
Ada dua jenis persepuluhan yang dipraktikkan oleh orang Yahudi. Pertama, persepuluhan dasar, yang ditujukan untuk orang Lewi. Setelah itu orang Lewi memberikan persepuluhan kepada para imam. Di dalam Ibrani 7:9 dikatakan, “Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan.” Kedua, persepuluhan yang digunakan untuk bersukacita. Persepuluhan ini yang dijelaskan di dalam Ulangan 14 ini.
Di zaman gereja, prinsip persepuluhan masih bisa diberlakukan. Prinsip ini menjelaskan bahwa orang-orang beriman atau orang-orang percaya rela untuk memberikan persembahan dengan kasih dan sukacita kepada Tuhan. Persembahan itu diberikan secara proporsional. Contoh porsi yang paling ideal untuk dipersembahkan kepada Tuhan adalah sepuluh persen. Di dalam 1 Korintus 16:2 dijelaskan supaya memberi sesuai dengan apa yang kamu peroleh, artinya sesuai dengan porsi masing-masing.
Bahkan, di zaman gereja ini, seharusnya kita bisa mempersembahkan lebih dari sepuluh persen. Semuanya itu dipersembahkan dengan ketulusan, atas dasar kasih karunia yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada orang percaya. Prinsip yang dijelaskan di dalam 1 Korintus 16 adalah mempersembahkan dengan sukacita, proporsional, dan rutin atau berkala.
Persepuluhan ini kita persembahkan kepada Tuhan melalui jemaat Tuhan (gereja). Kita tidak perlu anti persepuluhan. Kita bisa menjadikannya sebagai patokan minimal untuk memberi persembahan kepada Tuhan. Biasanya orang anti persepuluhan karena memang tidak mau memberikan persepuluhan, atau persembahan di gereja sering disalahgunakan dan tidak digunakan dengan bijak.
Views: 0