Persembahan Yang Tulus (Jelajah PL 675)

Ulangan 17:1

Di bagian akhir dari Ulangan 16, ada peringatan Tuhan tentang praktik penyembahan berhala. Penyembahan berhala merupakan praktik yang sangat mengerikan, karena sama artinya dengan memberontak kepada Tuhan. Karena itu, dalam sepuluh hukum, dua hukum pertama ditujukan untuk melawan penyembahan berhala seperti ini. Bangsa Israel berkali-kali jatuh dalam dosa ini, meskipun Tuhan sudah memberikan hukuman yang sangat berat kepada mereka.

Selain tidak boleh menyembah berhala, Tuhan juga tidak memperbolehkan memberi persembahan dengan sembarangan. Persembahan kepada Tuhan menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada Tuhan, sehingga tidak bisa sembarangan. Semua ada ketentuannya, sesuai dengan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan itu bisa dilakukan oleh bangsa Israel, karena Tuhan sudah memberi kemampuan kepada mereka. Tuhan tidak pernah menuntut penyembahan yang melebihi kapasitas manusia itu sendiri.

Karena itu, ketika bangsa Israel mempersembahkan kurban kepada Tuhan, maka kurban itu tidak boleh ada yang cacat atau buruk, karena semua itu akan menjadi kekejian bagi Tuhan. Ketika bangsa Israel mengakui serta mengasihi Tuhan, seharusnya mereka memberikan persembahan yang terbaik, yang sesuai dengan perintah Tuhan. Persembahan yang tidak sempurna disebut kekejian bagi Tuhan, karena mereka tidak memperlihatkan kasih mereka kepada Tuhan.

Kesalahan ini pernah terjadi dalam sejarah Israel. Di dalam Malekahi 1:8 dicatat, “Apabila kamu membawa seekor biantang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apabila menyambut engkau dengan baik? Firman Tuhan semesta alam.”

Rupanya orang Israel pada waktu itu memberikan persembahan kepada Tuhan hanya karena terpaksa atau sebagai kebiasaan saja. Mereka mempersembahkan dengan tidak tulus hati. Mereka memberi persembahan secara asal-asalan dan sembarangan. Memang Tuhan adalah Pemilik dari semua yang ada di dunia ini. Tuhan menginginkan kita memberikan persembahan, tujuan akhirnya adalah untuk kita. Ketika kita memberi persembahan kepada Tuhan, kita sedang menyatakan kasih kita kepada Tuhan.

Ketika kita memberi persembahan kepada Tuhan, kita juga mendapatkan janji berkat. Karena itu firman Tuhan menyatakan bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima. Tuhan juga menggunakan pemberian dan persembahan kita untuk pekerjaan-Nya di dunia ini. Tetapi, meskipun kita tidak memberi, bukan berarti bahwa pekerjaan Tuhan di dunia ini akan gagal. Tuhan bisa menggunakan orang lain yang tulus hati untuk melengkapi pekerjaan-Nya.

Berkat Tuhan tidak akan kurang bagi orang yang memberi persembahan dengan tulus dan bersukacita. Mempersembahkan dengan tulus tidak akan mengharapkan berkat yang dikembalikan. Persembahan bukan bentuk lain dari investasi. Persembahan adalah pemberian yang tulus kepada Tuhan, tanpa mengharapkan berkat yang lebih dari Tuhan.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top