Ulangan 15:13-23
Di Israel, ketika ada yang dilepaskan dari perbudakan, mereka tidak boleh dilepaskan dengan tangan hampa. Tuannya harus memberi bekal yang melimpah, seusai dengan berkat Tuhan yang diberikan. Budak yang selama bekerja, melakukan segala sesuatu dengan baik, maka mereka akan mendapatkan berkat itu. Sedangkan budak yang hidupnya kacau dan malas bekerja, biasanya mereka tidak akan mendapatkan bekal yang banyak.
Jika ada budak yang sudah merasa senang bekerja di tempat itu, tidak mau meninggalkan tuannya, maka ada cara lain yang harus ditempuh. Tuannya harus mengambil sebuah penusuk dan menindik telinganya pada pintu. Status budak itu akan menjadi budak tuannya untuk selama-lamanya. Dengan tanda ini, maka orang ini rela untuk bekerja dan melayani tuannya untuk seterusnya. Yesus rela menjadi hamba dengan cara menjadi manusia. Di dalam kemanusiaan-Nya itu, Yesus Kristus rela mati.
Selanjutnya mengenai anak sulung ternak yang harus dikuduskan atau dikhususkan bagi Tuhan. Dikhususkan artinya nanti harus disembelih dan dipersembahkan untuk Tuhan. Sulung adalah pertama serta belum ada jaminan akan mendapatkan yang kedua. Hal ini mengajarkan kepada bangsa Israel dan kita semua untuk menomorsatukan dan memprioritaskan Tuhan. Bukan hanya dalam hal persembahan, tetapi dalam segala hal, kita seharusnya memprioritaskan Tuhan.
Pada waktu di Mesir, sebenarnya Tuhan akan memusnahkan semua anak sulung Mesir dan Israel. Tetapi anak sulung Israel sudah ditebus oleh Tuhan dengan simbol domba Paskah. Dalam pengertian ini, maka anak sulung telah menjadi milik Tuhan. Sebenarnya anak sulung manusia seharusnya juga dipersembahkan kepada Tuhan, tetapi terjadi perubahan. Seharusnya, yang memimpin bangsa Israel adalah anak sulung Israel (Yakub). Tetapi, pada waktu peristiwa lembu emas di gunung Sinai, hanya suku Lewi yang mau berada di pihak Tuhan.
Mulai saat itu, perubahan terjadi. Anak sulung tidak lagi menjadi prioritas sebagai pelayan Tuhan. Suku Lewi yang akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melayani Tuhan dan menjadi pemimpin rohani atas Israel.
Di dalam persembahan kepada Tuhan, apabila anak sulung ternak itu cacat, maka ternak itu tidak diperbolehkan untuk disembelih dan dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi ternak itu boleh disembelih untuk dimakan. Jika ternak itu tidak cacat, maka ada bagian yang dibakar dan ada bagian yang bisa dimakan. Bagian yang dibakar adalah untuk Tuhan, biasanya bagian lemak-lemaknya. Ada bagian untuk imam dan ada bagian yang bisa dimakan oleh keluarga pemilik ternak itu.
Di bagian terakhir diingatkan bahwa darah dari kurban itu tidak diperbolehkan untuk dimakan. Darah itu harus dicurahkan ke tanah seperti air. Darah itu menjadi simbol dari tercurahnya darah Yesus di kayu salib. Darah juga merupakan nyawa dari binatang.
Views: 0