Perayaan Paskah (Jelajah PL 671)

Ulangan 16:1-2

Ada tiga hari raya utama yang harus dirayakan oleh orang Israel. Hari raya pertama adalah Paskah, yang digabung dengan hari raya Roti Tidak Beragi. Di dalam kitab Injil dijelaskan bahwa Tuhan Yesus ditangkap di hari pertama hari raya Roti Tidak Beragi. Sedangkan perayaan Paskah dilaksanakan pada tanggal 14 bulan Nisan. Nama lain dari bulan Nisan adalah bulan Abib. Sebelumya, orang Israel sudah memiliki kalender tersendiri. Ketika mereka keluar dari tanah Mesir, Tuhan memberikan kalender yang baru. Kalender yang baru ini dimulai dari bulan Nisan atau Abib.

Hari raya Paskah ini sangat penting bagi orang Israel, karena telah menjadi puncak dari sepuluh tulah di Mesir. Sebelumnya, sudah ada sembilan tulah yang diberikan oleh Tuhan kepada Firaun dan bangsa Mesir. Karena Firaun masih mengeraskan hatinya, akhirnya Tuhan memberikan tulah terakhir, yaitu kematian semua anak sulung. Tetapi bagi orang Israel, mereka mendapat kesempatan untuk menyembelih seekor domba Paskah yang akan menggantikan kematian anak sulung mereka.

Ketika domba Paskah sudah disembelih dan darahnya dipoleskan di ambang pintu, malaikat maut akan melewati rumah itu. Kata “melewati” di dalam bahasa Ibrani disebut Pesakh atau Paskah. Ini adalah penyelamatan yang diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel, sehingga mereka bisa keluar dari perbudakan di Mesir. Secara manusiawi, bangsa Israel tidak memiliki kemampuan untuk terbebas dari perbudakan di Mesir.

Pada waktu itu bangsa Mesir merupakan bangsa yang besar, memiliki kekuatan dan kekuasaan yang sangat besar. Tetapi Tuhan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa besar itu. Tuhan ikut campur tangan untuk membela umat-Nya. Hari ini pun Tuhan akan membela umat yang percaya kepada-Nya. Tuhan akan menolong kita dalam menghadapi apapun. Selain memberi kebebasan, Tuhan juga memberi kekuatan supaya kita mampu untuk menghadapi segala sesuatu.

Meskipun demikian, kita tidak serta merta bisa memaksa Tuhan. Kita hanya bisa memohon dan meminta dalam doa. Selebihnya, apakah doa itu dikabulkan atau tidak, dikabulkan dalam waktu singkat atau lebih lama, semua tergantung pada Tuhan. Kita bisa terus untuk berseru dan berserah kepada Tuhan, tanpa memaksakan kehendak-Nya atas hidup kita. Tuhan juga memiliki rencana. Terkadang Tuhan mengizinkan kita menderita, supaya kita semakin kuat.

Kita harus percaya bahwa Tuhan akan menyertai kita dan memberikan kasih karunia-Nya yang cukup. Paulus pernah berdoa dan meminta supaya Tuhan mengambil duri di dalam dagingnya. Tetapi Tuhan menjawab bahwa cukuplah kasih karunia Tuhan bagi dia.

Kembali kepada perayaan Paskah, perayaan ini juga menjadi gambaran bagi pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Tuhan Yesus pun disalibkan pada saat menjelang Paskah, sehingga Yesus Kristus menjadi korban Paskah yang sesungguhnya. Domba yang dipersembahkan juga gambaran dari Yesus Kristus. Paskah sudah digenapi oleh Yesus Kristus. Paskah bertepatan dengan hari kematian Yesus Kristus, bukan hari kebangkitan Yesus Kristus.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top