Ulangan 17:14-20
Saul dipilih menjadi raja pertama bagi Israel, sesuai dengan keinginan bangsa Israel. Secara manusia, Saul berhasil menjadi raja. Dia orang yang gagah, memiliki kemampuan untuk berperang serta memiliki kecakapan dalam kepemimpinan politik. Tetapi Tuhan menolak Saul dan menganggapnya gagal sebagai raja. Setelah itu Tuhan memilih Daud menjadi raja, sekaligus menjadi jalur bagi keturunan Mesias.
Untuk mengantisipasi kepemimpinan raja bagi bangsa Israel, Tuhan terlebih dulu memberikan peraturan-peraturan tentang raja ini. Raja itu harus pilihan Tuhan. Dalam perjalanan sejarah Israel, pernah terjadi kesalahan dalam hal pemilihan raja. Setelah selesainya pemerintahan raja Salomo, Israel terpecah menjadi dua yaitu Israel Utara dan Israel Selatan. Israel Utara pertama kali diperintah oleh raja Yerobeam, tetapi akhirnya tidak setia kepada Tuhan.
Raja itu harus asli orang Israel, tidak berasal dari orang asing. Raja itu juga tidak diperbolehkan untuk memelihara banyak kuda, karena untuk mendapatkan kuda, mereka harus bekerja sama dengan Mesir. Tuhan tidak ingin bangsa Israel nantinya berhubungan kembali dengan orang Mesir. Mesir digambarkan sebagai dunia yang penuh dosa. Orang Israel tidak boleh kembali ke Mesir. Raja Israel harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, bukan bergantung pada kerja sama dengan bangsa lain.
Perintah ini dilanggar oleh salah satu raja terhebat di Israel, yaitu Salomo. Salomo memiliki banyak sekali kuda yang didapatkan dari Mesir. Akhirnya Salomo bekerja sama dengan Mesir, bahkan menikah dengan orang Mesir. Secara fisik, pada waktu itu Israel sangat terkenal dengan kehebatannya, tetapi kehancuran Israel sedang dimulai. Salomo menyimpang dan kerajaan Israel menjadi pecah.
Raja Israel juga tidak diperbolehkan memiliki banyak istri supaya hatinya tidak menyimpang. Salomo menjadi pelanggar paling berat juga dalam hal ini, karena Salomo tercatat memiliki tujuh ratus istri dan tiga ratus gundik. Di Perjanjian Baru, memiliki lebih dari satu istri itu sudah terlalu banyak dan tidak berkenan kepada Tuhan. Tuhan menginginkan pasangan itu terdiri dari satu suami dan satu istri, tidak lebih.
Seorang raja memang perlu harta, tetapi Tuhan melarang seorang raja memiliki harta yang terlalu banyak. Hal ini juga yang dilanggar oleh Salomo, sehingga semua hartanya pun dicatat secara detail di dalam Alkitab. Karena menumpuk harta yang terlalu banyak, maka bangsa Israel harus membayar pajak yang cukup tinggi. Setelah raja Salomo tidak ada, orang Israel meminta kelonggaran pembayaran pajak terhadap raja penerusnya. Di dalam tulisannya, Salomo sangat berhikmat. Tetapi dalam kehidupan nyata, ternyata Salomo tidak melaksanakan semua hikmat yang ia dapatkan.
Raja Israel harus mengerti firman dan hukum Tuhan. Raja itu harus berpegang pada semua isi hukum dan ketetapan itu untuk dilakukan. Tujuannya supaya raja tidak tinggi hati, tidak menyimpang dari perintah itu, dan supaya bisa memerintah dalam waktu yang lama.
Views: 0