Ulangan 10:10-22
Pemulihan setelah pertobatan perlu kembali kepada firman, perlu ada pengantara, selanjutnya kita perlu percaya kepada rencana Tuhan. Pada waktu orang jatuh ke dalam dosa, serangan Iblis yang pertama adalah mengajak untuk terus berbuat dosa, karena sudah terlanjur. Serangan Iblis yang kedua adalah sebagai pendakwa. Serangan ini membuat kita menjadi tidak layak lagi di hadapan Tuhan. Serangan ini yang harus kita hadapi dengan percaya kepada rencana Tuhan yang indah.
Selanjutnya pemulihan masuk pada tahap akhir, yaitu penyerahan hidup total kepada Tuhan. Sebenarnya Tuhan tidak memiliki permintaan yang susah atau rumit. Yang diminta oleh Tuhan, selain takut kepada Tuhan, yaitu hidup menurut segala jalan yang sudah ditunjukkan oleh Tuhan, mengasihi Tuhan, beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Berbeda dengan Iblis, yang bisa menjadi tuan jahat, karena memiliki permintaan yang rumit bahkan seringkali tidak masuk akal.
Jika ada di antara kita yang pernah terlibat dalam persekutuan dengan Iblis, maka Iblis seringkali memerlukan korban. Demi kekayaan dan kesuksesan hidup, Iblis tidak segan-segan meminta nyawa orang yang paling dikasihi untuk dijadikan korban. Tidak demikian dengan Tuhan kita yang hidup, Dia adalah Tuhan yang sangat baik. Tuhan menginginkan kita hidup sesuai dengan firman-Nya, dan itu pun sebenarnya untuk kepentingan dan kebaikan kita sendiri.
Sebenarnya kita sudah bisa menyimpulkan bahwa mengikut Tuhan itu tidak rumit. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pengikut Tuhan. Ketika kita mengikut Tuhan, ujungnya sudah jelas, bahwa kita akan mendapatkan keselamatan dan sukacita kekal. Di dalam kehidupan sehari-hari pun, kita tidak dituntut untuk melakukan ritual-ritual tertentu yang memberatkan.
Jika kita memiliki keinginan atau impian tertentu di masa depan, seharusnya semua itu disesuaikan dengan kehendak Tuhan. Semua yang kita lakukan dan kerjakan, semua memiliki tujuan yang jelas yaitu untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk kemuliaan diri sendiri. Takut akan Tuhan jelas berbeda dengan takut pada hal yang lain. Takut kepada Tuhan artinya kita hormat dan mengasihi Tuhan. Kita takut untuk melukai hati, atau mencemarkan nama baik Tuhan. Kita takut untuk mengecewakan Dia, sehingga kita perlu berhati-hati dalam menjalani kehidupan kita.
Tuhan menggambarkan Diri-Nya sedemikian rupa: Tuhan yang empunya langit dan bumi. Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel adalah Tuhan yang kuat dan dahsyat. Ia adalah Tuhan yang adil, yang membela hak anak yatim dan janda. Tuhan juga menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan yang diperlukan oleh mereka.
Kita sebenarnya juga orang asing di dunia ini. Sebagai orang percaya, kita memiliki kewarganegaraan Surga. Kita bisa dianiaya di dunia ini karena iman kita, karena kita memang orang asing di dunia ini. Tuhan seharusnya menjadi pokok puji-pujian kita. Mari kita hidup bagi Dia, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan: Soli Deo Gloria.
Views: 32