Penggenapan Nubuatan (Jelajah PL 680)

Ulangan 18:1-2

Bangsa Israel memiliki suku yang spesial, yaitu Lewi. Suku Lewi tidak mendapatkan milik pusaka di tengah-tengah bangsa itu. Tuhan yang menjadi milik pusaka Lewi, seperti yang dijanjikan oleh Tuhan kepada Lewi. Di dalam suku Lewi, ada imam yang berasal dari keluarga Harun. Baik imam maupun suku Lewi, tidak mendapatkan milik pusaka. Imam akan tinggal di dekat Kemah Suci atau Bait Suci (di Yerusalem). Sedangkan suku Lewi akan tinggal berpencar di antara suku-suku Israel yang lain. Tugas suku Lewi adalah mengajar suku-suku Israel.

Tugas suku Lewi berkembang sesuai zaman. Pada waktu bangsa Israel masih berada di padang gurun, tugas mereka adalah mengurus Kemah Suci. Mereka yang membongkar, membawa, dan memasang Kemah Suci kembali, sesuai dengan tempat persinggahan bangsa Israel. Pada saat bangsa Israel sudah masuk ke tanah perjanjian, tugas mereka tersebar di antara suku-suku Israel untuk mengajar.

Suku Lewi dipilih karena peristiwa penyembahan lembu emas di gunung Sinai. Di dalam Keluaran 32:26 Musa berseru, “Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!” Pada saat itulah, seluruh bani Lewi berkumpul dan datang kepada Musa. Setelah itu suku Lewi diperintahkan untuk membunuh saudara-saudaranya yang lain, yang terlibat aktif dalam penyembahan berhala. Mereka melakukan perintah itu dan Tuhan menunjuk mereka sebagai suku istimewa.

Peristiwa ini sebenarnya juga menggenapi nubuatan di dalam Kejadian 49:5-7, “Simeon dan Lewi bersaudara; senjata mereka ialah alat kekerasan. Janganlah kiranya jiwaku turut dalam permupakatan mereka, janganlah kiranya rohku bersatu dengan perkumpulan mereka, sebab dalam kemarahannya mereka telah membunuh orang dan dalam keangkaraannya mereka telah memotong urat keting lembu. Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya bengis. Aku akan membagi-bagikan mereka di antara anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel.”

Simeon dan Lewi pernah sangat marah kepada Sikhem karena adik mereka, Dina, telah diperkosa. Dua suku ini dinubuatkan bahwa mereka akan terserak di antara anak-anak Israel. Suku Simeon tidak terlalu tampak di dalam sejarah bangsa Israel. Ketika diundi, suku Simeon mendapatkan bagian di tengah-tengah suku Yehuda. Milik pusaka suku Yehuda sangat luas, dan milik pusaka suku Simeon berada di dalam suku Yehuda.

Suku Lewi juga tidak mendapatkan milik pusaka. Mereka terserak di mana-mana. Tetapi, suku ini mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Nubuatan bisa digenapi secara positif maupun negatif. Yang mendapatkan hukuman adalah Simeon dan Lewi. Tetapi, keturunanya bisa tidak terdampak dengan hukuman tersebut, jika keturunannya mau hidup di dalam Tuhan dengan ketaatan. Tuhan bisa menggenapi nubuatan negatif dengan hal yang positif.

Nubuatan negatif terhadap suku Simeon benar-benar terjadi, karena keturunan Simeon tidak taat kepada Tuhan. Nubuatan negatif terhadap suku Lewi dibalikkan keadaannya menjadi positif, karena keputusan dari keturunan Lewi yang mau berpihak kepada Tuhan.

Views: 12

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top