Pengelolaan Persembahan (Jelajah PL 681)

Ulangan 18:3-5

Prinsip dari perintah Tuhan bagi suku-suku Israel terhadap suku Lewi adalah bahwa umat Tuhan harus mengasihi dan ikut memelihara orang-orang yang dikhususkan Tuhan. Umat Tuhan harus bersedia membagi hartanya kepada orang-orang yang telah sepenuh hati melayani Tuhan. Situasi di Israel pada waktu itu jelas berbeda dengan situasi pada saat ini. Tetapi prinsipnya tetap sama.

Di dalam Perjanjian Lama, ada perbedaan antara imam dan awam. Imam itu adalah keturunan Harun. Imam diperbolehkan untuk menghadap Tuhan dan memberi persembahan. Imam menjadi pengantara antara umat dengan Tuhan. Di Perjanjian Baru, tidak ada lagi pembedaan antara imam dengan awam. Semua orang yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus adalah imam (1 Petrus 2:9).

Di dalam Wahyu 5:9-10 dikatakan, “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”

Di dalam Perjanjian Baru, Tuhan tidak ingin ada orang Kristen yang awam. Tuhan telah menebus dosa kita dan memberi posisi imam. Karena itu, tidak ada lagi perbedaan antara imam dan awam, tidak ada perbedaan antara hamba Tuhan dengan umat Tuhan. Orang percaya seharusnya bertumbuh sesuai dengan waktu, dalam pengenalan akan firman Tuhan. Tuhan menginginkan setiap orang percaya makin mengenal Tuhan, seiring dengan usianya.

Meskipun sudah tidak ada orang khusus yang menjadi imam di Perjanjian Baru, tetapi ada orang-orang yang melayani Tuhan penuh waktu. Mereka fokus pada pelayanan dan tidak melakukan pekerjaan secara sekuler. Orang-orang seperti ini yang seharusnya mendapatkan dukungan dari jemaat yang dilayaninya. Di dalam 1 Korintus 9:13-14 dikatakan, “Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.”

Orang-orang yang memberitakan dan mengajarkan Injil, bisa hidup dari pemberitaan Injil itu. Orang-orang yang diajar dan digembalakan ini yang akan mendukung pengajarnya atau gembalanya. Prinsip yang sama dicatat di dalam Galatia 6:6, “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.”

Dalam konteks ini, gereja-gereja di masa kini tetap mengajarkan jemaat untuk memberikan persembahan serta persepuluhan kepada Tuhan. Gereja memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit, untuk melakukan pekabaran dan pengajaran Injil. Tentunya pengelolaan keuangan gereja harus dikerjakan dengan rapi dan terbuka, sehingga pekerjaan pelayanan berjalan dengan baik dan lancar.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top