Pendoa Syafaat (Jelajah PL 643)

Ulangan 9:21-29

Musa menjadi seorang pendoa, baik untuk Harun maupun untuk bangsa Israel. Setelah itu, Musa menghancurkan anak lembu emas. Patung itu diambil, dibakar, dihancurkan, digiling sampai halus menjadi abu, lalu abu itu dilemparkan ke dalam sungai yang mengalir dari gunung. Melalui tindakan ini, Musa ingin memperlihatkan bahwa lembu tuangan itu hanya sebuah benda yang tidak berdaya. Patung itu tidak memiliki kekuatan apa-apa, dan tidak bisa menolong manusia yang menyembahnya.

Jelas patung itu tidak sebanding dengan Yehova, Tuhan yang hidup dan maha kuasa. Musa memaksa bangsa Israel untuk minum dari air sungai yang telah ditaburi oleh abu dari lembu tuangan itu. Musa sedang menghina lembu itu, sekaligus menghukum bangsa Israel. Dosa memang diampuni oleh Tuhan, tetapi dosa juga membawa dampak negatif. Pada waktu itu, ada banyak juga orang Israel yang mati dibunuh, yaitu para kepala penyembah berhala.

Selain di Sinai, bangsa Israel juga melakukan kesalahan dan membuat Tuhan gusar di tempat-tempat lain. Di Tabera (Bilangan 11), bangsa Israel bersungut-sungut kepada Tuhan. Tuhan akhirnya menghukum mereka dengan api. Di Masa (Keluaran 17), bangsa Israel mencobai Tuhan. Di Kibrot- Taawa (Bilangan 11), mereka kerasukan roh rakus, mereka bersungut-sungut dan ingin makan daging. Tuhan mendatangkan burung puyuh. Orang-orang yang rakus bahkan tidak memasak burung itu. Tuhan membunuh banyak orang di antara mereka.

Pemberontakan juga terjadi di Kadesh-Barnea, ketika bangsa Israel sudah hampir masuk ke tanah Kanaan melalui bagian selatan, tetapi mereka menolak untuk masuk ke tanah Kanaan. Di tempat ini, bangsa Israel melakukan pemberontakan dan dengan sengaja menentang Tuhan. Karena itulah, maka mereka harus berputar-putar di padang gurun, sampai akhirnya nanti mereka masuk ke tanah Kanaan melalui bagian timur, sebelah sungai Yordan.

Di ayat 12, Tuhan mengatakan bahwa Israel itu adalah bangsa milik Musa yang dibawanya keluar dari tanah Mesir. Tetapi di ayat 26, ketika musa sujud di hadapan Tuhan dan berdoa, Musa mengatakan bahwa bangsa Israel itu bukan milik Musa. Bangsa Israel itu adalah milik Tuhan, yang ditebus dengan kebesaran Tuhan, yang dibawa keluar dari Mesir oleh Tuhan sendiri dengan tangan yang kuat.

Kita perlu belajar dari Musa untuk berdoa. Musa adalah pendoa yang hebat. Di Yeremia 15:1, Tuhan berkata, “Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!” Di ayat itu, Tuhan sengaja menyebut dua tokoh pendoa hebat, yaitu Musa dan Samuel. Mengenai Samuel, pada saat bangsa Israel memilih Saul menjadi raja, bangsa Israel berkata kepada Samuel supaya tidak berhenti berdoa bagi mereka.

Mereka menjadi pendoa syafaat, yang berdoa bagi umat yang mereka pimpin di hadapan Tuhan. Prinsipnya, mereka berdoa untuk kemuliaan Tuhan. Mereka meminta sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri. Doa mereka juga didasarkan pada firman Tuhan. Jadi, marilah kita berdoa, sebagai pendoa syafaat, untuk kemuliaan Tuhan.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top