Pakaian Sebagai Identitas (Jelajah PL 693)

Ulangan 22:5

Ayat 5 bisa menjadi ayat kontroversial di zaman ini. “Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.” Ada yang menganggap bahwa peraturan ini sudah tidak berlaku lagi di zaman ini, karena sudah tidak berada di bawah hukum Taurat.

Memang kita tidak ada lagi di bawah hukum Taurat dan ada banyak sekali hukum yang diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel itu tidak berkenaan langsung dengan kita hari ini. Tetapi, di balik setiap hukum dan peraturan Tuhan, sebenarnya ada prinsip-prinsip yang tetap baik untuk dilakukan di zaman ini. Misalnya, di ayat sebelumnya atau di renungan sebelumnya, mengenai integritas dan tolong menolong, prinsipnya masih baik untuk dilakukan sampai hari ini. Situasi dan konteksnya bisa berbeda, tetapi prinsipnya bisa tetap dipakai sepanjang zaman.

Mengenai pakaian, seringkali menjadi identitas gender. Ayat ini mengandung prinsip bahwa peran atau identitas laki-laki dan perempuan tidak saling bercampur. Jangan sampai muncul ketidakjelasan antara laki-laki dan perempuan. Puluhan tahun silam, perbedaan pakaian antara laki-laki dan perempuan sangat jelas. Seiring dengan perkembangan zaman, perubahan peran dan mode pakaian, akhirnya pakaian sudah tidak lagi kelihatan identitasnya.

Dari soal pakaian yang sangat sepele, akhirnya menghasilkan buah yang juga dianggap biasa, ketika muncul seorang laki-laki yang berperilaku perempuan atau sebaliknya. Pada prinsipnya, Tuhan tetap menginginkan ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dari awal, ketika Tuhan menciptakan manusia, semua diciptakan dengan jelas, yaitu laki-laki dan perempuan. Tuhan memiliki rancangan yang khusus terhadap kedua jenis kelamin ini.

Prinsip ini ternyata tetap diberlakukan di Perjanjian Baru. Laki-laki dan perempuan seharusnya tetap memiliki peran yang berbeda. Di dalam keluarga, ada perbedaan peran antara suami dan istri yang tercatat di dalam Efesus 5:22-30. Di dalam penampilan, dicatat di dalam 1 Korintus 11:14-15, dikatakan, “Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang, tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.”

Tuhan telah menerapkan dan menanamkan di dalam alam sendiri bahwa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan ini juga muncul pada ciptaan yang lain. Misalnya, binatang jantan dan betina, akan tetap ada perbedaannya. Penampilan laki-laki dan perempuan harus berbeda, supaya tidak terjadi pencampuran dan kekacauan. Ketika seorang laki-laki memakai pakaian perempuan, atau sebaliknya, sebenarnya mereka sedang menyampaikan pesan pemberontakan.

Mereka sedang melawan tatanan atau prinsip yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Karena itu, sebaiknya orang Kristen tidak melakukan perlawanan ini. Semua ini diberlakukan dalam kondisi normal. Lebih penting lagi adalah motivasi dari hati kita, untuk tidak melawan tatanan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan sejak penciptaan.

Views: 19

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top