Nabi Palsu (Jelajah PL 683)

Ulangan 18:13-22

Musa memberikan nubuatan di ayat 15, “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu: dialah yang harus kamu dengarkan.” Nubuatan ini sudah digenapi oleh Yesus Kristus. Musa sendiri telah menggambarkan Yesus Kristus dalam banyak hal. Misalnya: Musa dan Yesus, pada waktu lahir sama-sama akan dibunuh oleh raja. Musa dan Yesus sama-sama menyelamatkan umat dari perbudakan.

Terjadi peristiwa yang tercatat di dalam Matius 17, Yesus berubah rupa dan nampak juga Musa serta Elia yang sedang berbicara dengan Yesus. Dari dalam awan terdengar suara berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Di dalam Kisah Para Rasul 3:22 dikatakan, “Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.”

Stefanus pernah berkhotbah dan tercatat di dalam Kisah Para Rasul 7:37, “Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu.” Stefanus menyebutkan bahwa nabi yang dibangkitkan itu adalah Yesus Kristus. Jika ada kepercayaan lain yang mengatakan bahwa nubuatan ini ditujukan kepada nabi mereka, jelas tidak cocok. Nabi itu pastilah dari keturunan Yahudi, bukan dari keturunan bangsa lain di luar Yahudi.

Yesus Kristus yang menggenapi semua itu. Nabi artinya orang yang menyatakan firman Tuhan, bahkan menyatakan Tuhan itu sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa menyatakan Tuhan, selain Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Tuhan. Yohanes 1:18 tercatat, “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”

Di dalam Ibrani 1:1-2 dikatakan, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.” Yesus Kristus adalah puncak dari pewahyuan.

Yesus Kristus datang ke dunia untuk menggenapi nubuatan sebagai nabi, raja, dan imam. Yesus sebagai nabi, ia menyatakan firman Tuhan sepenuhnya. Setelah Ia naik ke Surga, Ia bekerja melalui para rasul-Nya. Saat ini sudah tidak ada jabatan nabi. Di dalam 2 Petrus 2:1 dikatakan, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.”

Sampai saat ini, ternyata masih banyak orang yang mengaku diri sebagai nabi. Tuhan sudah memperingatkan bahwa perkataan dari nabi Tuhan itu pasti akan terjadi secara utuh. Jika ada seorang mengaku nabi, ternyata perkataannya tidak terjadi secara utuh, itu pasti bukan dari Tuhan. Tidak ada nabi lagi, setelah Tuhan Yesus menyelesaikan pekerjaan-Nya di dunia ini.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top