Nabi dan Pemimpi (Jelajah PL 659)

Ulangan 13:1-4

Di masa Israel, masih ada nabi dan pemimpi. Tetapi, pada waktu itu juga ada standar atau kriteria nabi atau pemimpi yang berasal dari Tuhan. Jika nabi itu bernubuat tetapi ternyata nubuatan yang dikatakan itu tidak terjadi, maka nabi itu pasti palsu. Jika Tuhan memberi nubuat, pasti nubuatan itu tidak akan pernah gagal. Jika di zaman itu saja sudah ada nabi palsu, zaman sekarang pasti juga lebih banyak nabi palsu yang muncul.

Kriteria nabi di pasal 13 ini masih secara umum. Untuk lebih detail mengenai kriteria nabi yang berasal dari Tuhan, nanti akan dibahas kembali di pasal 18. Orang yang mengaku nabi itupun ternyata bisa menunjukkan tanda atau mujizat. Jika mujizat itu benar-benar terjadi lalu nabi itu mengajak keluar dari Tuhan, maka nabi palsu itu juga tidak perlu diikuti. Pada waktu itu Tuhan sedang menguji, apakah mereka sungguh sungguh mengasihi Tuhan atau tidak.

Yang menjadi prinsip adalah firman Tuhan. Tuhan harus diikuti dan bangsa Israel harus takut kepada Tuhan. Bangsa Israel harus berpegang pada perintah Tuhan, dan harus berbakti serta berpaut pada Tuhan. Di luar Kristen, ada banyak praktik nubuatan, ramalan, bahkan mujizat-mujizat palsu. Celakanya, ada juga orang Kristen yang percaya dengan hal itu, dan secara sengaja masuk ke dalam praktik-praktik tersebut.

Misalnya, jika ada orang Kristen yang sedang sakit parah atau mengalami masalah yang rumit, mereka tidak segan-segan untuk meminta pertolongan dari dukun. Pada saat itulah, orang yang mengaku Kristen itu sedang tidak berpaut pada Tuhan. Biasanya, orang yang seperti itu adalah orang yang belum diselamatkan. Statusnya memang Kristen, tetapi hatinya tidak benar-benar percaya kepada Yesus Kristus. Jika ada anak Tuhan yang sampai mempraktikkan hal itu, tentu Tuhan Yesus sangat sedih.

Sekalipun semua yang dikerjakan itu benar-benar mujizat, bisa menyembuhkan sakit penyakit dan bisa menyelesaikan masalah, jangan sampai kita terjebak untuk percaya, karena perdukunan adalah salah satu dari kuasa kegelapan. Kita perlu waspada dengan semua ini. Ternyata, bukan hanya Tuhan yang bisa melakukan mujizat yang dahsyat. Pada saat ini, banyak orang Kristen yang kagum dengan hal-hal yang supranatural dan spektakuler.

Mari kita lihat di dalam 2 Tesalonika 2:9-10, dikatakan, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang -orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.” Si pendurhakan ini adalah AntiKristus.

Hari ini bisa lebih parah, karena praktik seperti ini bahkan menggunakan nama Yesus Kristus dan dilakukan di gereja atau komunitas Kristen. Beberapa juga sudah diberitakan bahwa ada kasus-kasus yang terbongkar, karena praktik-praktik yang dilakukan itu sebenarnya palsu. Bagi kita, lebih baik mengenal Kristus dengan baik, bukan mengejar mujizat atau berkat jasmani.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top