Ulangan 12:5-7
Jika Yerusalem menjadi pusat bagi bangsa Israel, maka akan berbeda dengan kondisi kita saat ini di zaman gereja. Kita sebagai orang Kristen pada hari ini tentu tidak menyembah Tuhan berdasarkan lokasi tertentu. Di dalam Yohanes 4:21-23 dikatakan, “Kata Yesus kepadanya: Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.”
“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”
Di dalam kisah itu, Tuhan Yesus sedang berbincang-bincang dengan seorang perempuan Samaria. Orang Samaria dan orang Yahudi memiliki tempat pusat penyembahan yang berbeda, meskipun mereka sama-sama menyembah Tuhan. Orang Samaria memiliki tempat penyembahan di sebuah gunung bernama Gerizim, sedangkan orang Israel tetap menyembah Tuhan di Yerusalem. Tuhan Yesus memberitahu hal yang baru bahwa orang Samaria maupun orang Yahudi tidak akan menyembah Bapa di gunung Gerizim atau pun di Yerusalem.
Tuhan Yesus menekankan bahwa pada zaman itu, menyembah Tuhan yang sesuai dengan ketetapan, memang harus dilakukan di Yerusalem. Setelah itu Tuhan Yesus meyakinkan perempuan Samaria itu, termasuk meyakinkan kita semua di zaman ini, bahwa ketika kita mau menyembah Tuhan, kita tidak perlu menjadi orang Yahudi. Pada waktu itu memang ada beberapa orang Yahudi menjadi orang Yahudi, terutama melalui pernikahan. Karena statusnya menjadi orang Yahudi, maka mereka mendapatkan janji berkat Israel.
Orang-orang itu, misalnya: Tamar, Rahab, dan Rut. Mereka adalah orang-orang bukan Israel yang menjadi Israel karena pernikahan. Ada lagi, suami Batsyeba, yaitu Uria orang Het, menjadi salah satu tentara Israel karena dia masuk sebagai bangsa Israel. Tuhan Yesus dan Paulus selanjutnya memberi penekanan di zaman Perjanjian Baru sampai sekarang, bahwa ada satu rahasia, semua orang dan semua bangsa mendapatkan keselamatan ketika masuk di dalam Yesus Kristus.
Hal ini menjadi perdebatan di abad pertama. Pada waktu itu ada banyak orang Yahudi yang memilih untuk menjadi pengikut Kristus, menjadi Kristen. Pada waktu itu, beberapa orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen, memengaruhi orang Kristen yang lain supaya menjadi orang Yahudi. Tetapi Paulus sangat menentang semua itu. Tuhan tidak menuntut penyembahan di tempat tertentu, tetapi kita bisa menyembah Tuhan di dalam roh dan kebenaran.
Saat ini, kita tidak terpusat untuk menyembah Tuhan di tempat tertentu. Kita bisa menyembah Tuhan di mana saja dan kapan saja. Kapan saja kita bisa berdoa kepada Tuhan. Inilah prinsip menyembah di dalam roh dan kebenaran. Tidak harus ada tempat tertentu, tidak harus ada posisi tertentu, tidak harus menghadap ke arah tertentu.
Views: 0