Ulangan 9:4
Tuhan memberi peringatan kepada bangsa Israel supaya mereka tetap rendah hati. Ketika mereka sudah bisa mengalahkan bangsa-bangsa di Kanaan, jangan sampai orang Israel berpikir bahwa semua itu karena jasa-jasa atau hasil usaha mereka. Semuanya itu terjadi karena Tuhan mau menghalau bangsa-bangsa Kanaan yang fasik. Tuhan memang memiliki hak untuk menghukum bangsa-bangsa yang fasik itu. Pada prinsipnya, semua manusia adalah ciptaan Tuhan. Orang-orang yang membenci dan tidak mau mengakui Tuhan, mereka yang tidak mau mengakui hak Tuhan.
Tuhan bisa menghukum manusia dengan berbagai cara. Tuhan pernah menghukum manusia dengan bencana alam. Tuhan pernah menurunkan hujan api dan belerang kepada orang-orang Sodom dan Gomora. Tuhan juga pernah mendatangkan air bah yang meliputi seluruh permukaan bumi, sehingga semua orang di dunia mati. Jika Tuhan mau menghancurkan orang-orang Kanaan karena kefasikan mereka, serta mau menggunakan Israel untuk penghukuman itu, semuanya adalah hak Tuhan.
Orang-orang Kanaan memiliki kejahatan yang sangat besar di hadapan Tuhan. Mereka melakukan dosa seksual yang sangat menjijikkan. Bahkan anak-anak mereka biasanya dikorbankan, untuk dipersembahkan kepada dewa-dewi mereka. Karena kekejian dan kedurjanaan yang tidak pernah habis itu, maka Tuhan memusnahkan bangsa-bangsa di Kanaan melalui bangsa Israel. Tuhan memiliki hak untuk menghukum mereka, karena memang mereka sudah tidak bisa berbalik kepada Tuhan.
Kita mungkin pernah mendengar atau berpikir bahwa Tuhan di Perjanjian Lama terlalu kejam. Sebenarnya Tuhan tidak kejam. Penghukuman itu terjadi supaya muncul keadilan. Jika orang-orang yang tidak mau bertobat itu terus melakukan kejahatan yang merajalela, maka ada orang-orang lain yang menjadi korban. Orang-orang yang mengkritik Tuhan mungkin termasuk orang-orang yang melakukan kekejian dan tidak mau bertobat kepada Tuhan. Mereka juga orang-orang yang akan dihukum.
Bahkan hari ini, masyarakat modern di masa sekarang, tidak kalah jahatnya dengan bangsa-bangsa Kanaan pada waktu itu. Dunia saat ini terobsesi dengan berbagai macam kejahatan. Mungkin kejahatannya tidak terlihat mengerikan seperti zaman dulu. Kejahatan itu tersembunyi, karena diselubungi dengan berbagai macam cara. Pergaulan-pergaulan semakin bebas, orang tua tidak kuasa lagi untuk melarang atau mengarahkan anak-anaknya.
Penyimpangan-penyimpangan perilaku juga terjadi. Jika dulu penyimpangan itu menyebabkan pengucilan, sekarang penyimpangan-penyimpangan perilaku itu sudah dianggap biasa. Misalnya, ada kelompok-kelompok yang mulai menuntut supaya gereja-gereja mau menyetujui pernikahan sesama jenis. Dengan penyimpangan-penyimpangan seperti ini, tidak heran jika Tuhan ingin menghukum dunia ini. Memang Tuhan akan menghukum dunia ini, pada saatnya nanti.
Karena itulah, pada saat ini banyak orang mulai tidak mau percaya kepada Tuhan. Mereka memiliki perilaku yang jauh dari firman Tuhan. Kalau mereka percaya kepada Tuhan, maka mereka juga harus menerima penghukuman Tuhan. Mereka lebih memilih untuk tidak percaya kepada Tuhan. Ateisme mulai marak di mana-mana.
Views: 28