Menghormati Orang Tua (Jelajah PL 621)

Ulangan 5:13-16

Sabat sangat spesifik karena perjanjian antara Tuhan dengan Israel. Di Perjanjian Baru diberitahukan bahwa Sabat adalah bayangan. Di dalam Kolose 2:16-17, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” Kristus telah menggenapi hari Sabat.

Dari hari Sabat ini, kita bisa mempelajari beberapa hal. Dengan adanya Sabat, manusia memiliki pola atau siklus bekerja yang baik dan teratur. Bekerja juga perlu istirahat. Tanpa beristirahat, orang akan kelelahan dan mengakibatkan munculnya sakit penyakit. Selain itu, Tuhan menginginkan kita untuk menyisihkan waktu khusus bagi Dia. Jika orang Israel dipaksa untuk berhenti dan beristirahat dari aktivitas mereka, maka kita seharusnya memiliki waktu untuk Tuhan tanpa dipaksa.

Tuhan memberi kesempatan istirahat bagi semua orang: laki-laki atau perempuan, hamba atau orang asing, bahkan binatang ternak sekalipun. Semuanya perlu istirahat.

Hukum kelima: Hormatilah ayah dan ibu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Menghormat orang tua dihubungkan dengan menghormati Tuhan, karena orang tua menjadi perwakilan Tuhan bagi anak-anak yang diasuhnya. Anak-anak sudah tidak lagi berada dibawah pengasuhan orang tua, ketika mereka sudah menikah. Mereka akan meninggalkan ayah ibu, bersatu dengan istrinya.

Sebagai anak, kita tetap harus menghormati orang tua sampai mereka dipanggil Tuhan. Hal ini menjadi perhatian bagi orang-orang zaman sekarang, karena semakin banyak anak yang tidak mau hormat kepada orang tua. Ketika anak-anak tidak mau menghormati orang tua, mereka secara tidak langsung sedang memberontak terhadap Tuhan. Jika ada anak-anak muda yang membaca renungan ini, sebaiknya memilih untuk mengikuti perintah Tuhan, yaitu menghormati orang tua. Jika ada orang tua yang membaca renungan ini, berarti menjadi tugas orang tua untuk mengajar anak-anak menghormati orang tua.

Ketaatan dan hormat kepada orang tua harus diajarkan sejak dini. Sebelum anak-anak itu terpisah dari orang tua, mereka harus diajar untuk taat. Ketaatan harus diajarkan secara berulang-ulang. Anak-anak yang tidak taat bisa mendapatkan konsekuensi atau disiplin dari orang tua. Tidak ada anak yang bertumbuh dan taat dengan sendirinya. Orang tua yang harus mendidik. Jangan sampai ada orang tua yang berkata, “Nanti kalau sudah dewasa, mereka akan tahu sendiri.” Ini adalah salah satu bentuk pengabaian terhadap anak.

Ketika anak-anak diajar untuk taat dan menghormati orang tua, di saat dewasa mereka akan lebih mudah untuk taat dan hormat kepada Tuhan.

Views: 30

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top