Mengenal dan Mengasihi Tuhan (Jelajah PL 625)

Ulangan 6:4-5

Untuk mendapatkan berkat Tuhan, terutama berkat rohani, maka kita harus mengenal Tuhan dengan benar. Hal ini seharusnya menjadi tujuan utama dalam hidup orang percaya, yaitu mengenal Tuhan dengan benar. Kita hidup di dunia ini untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan. Di dalam kekekalan nanti, kita akan terus bersekutu dengan Tuhan. Karena itu, kerinduan hati terdalam dari orang percaya adalah mengenal Tuhan.

Sebenarnya ada dua macam manusia di dunia ini, yaitu manusia yang mengasih Tuhan dan yang membenci Tuhan. Manusia yang mengasihi Tuhan adalah mereka yang sudah diselamatkan. Manusia yang membenci Tuhan adalah mereka yang belum mendapatkan keselamatan. Ketika seseorang membenci Tuhan, maka ia juga akan membenci atau menolak firman-Nya. Karena itulah, sebagai orang percaya, kita harus menjadikan pengenalan akan Tuhan sebagai prioritas dalam hidup kita.

Di dalam Yeremia 9:23-24 dikatakan, “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

TUHAN (YHWH – Jehova) itu Allah kita, TUHAN itu esa. Di zaman Musa, politeisme ada di mana-mana. Bangsa-bangsa lain menyembah banyak ilah. Mereka menyembah dewa-dewi dengan harapan bahwa masing-masing ilah itu bisa menolong mereka. Kata “esa” berasal dari bahasa Ibrani “echad” yang memiliki arti “satu dalam kesatuan”. Untuk kata tunggal yang benar-benar satu, di dalam bahasa Ibrani adalah “yachiyd”.

Kata “echad” pertama kali muncul dalam Alkitab di dalam Kejadian 1:5, lalu muncul lagi di dalam Kejadian 2:24. Dari dua ayat ini terdapat indikasi bahwa “echad” merupakan “satu” berdasarkan hasil dari perpaduan atau kesatuan dari unsur yang berbeda. Karena itu, kata “esa” atau “echad” ini tidak menutup Tritunggal. Demikian juga dengan kata “Elohim”, mengandung unsur jamak atau plural. Kata “Elohim” adalah bentuk jamak dari kata “Eloah.” Hal ini menunjukkan ada pluralitas di dalam diri Tuhan, tetapi satu.

Setelah mengenal Tuhan dengan benar, maka orang percaya harus maju selangkah untuk mengasihi Tuhan. Kita harus mengasihi Tuhan dengan seluruh aspek kehidupan kita: mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Dalam totalitas hidup kita, selayaknya kita mengasihi Tuhan. Tuhan tidak mau diduakan. Di dalam hidup kita, tidak ada yang lebih kita kasihi, selain Tuhan.

Hati, jiwa dan kekuatan ini menggambarkan tentang bagian tubuh kita: roh, jiwa dan tubuh. Inilah keseluruhan hidup kita. Tuhan telah terlebih dulu mengasihi kita, sehingga kita seharusnya tahu tentang kasih itu. Semakin kita mengenal Tuhan dengan baik dan benar, maka kita akan semakin mengasihi Dia.

Views: 38

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top