Menderita Tetapi Dikasihi (Jelajah PL 630)

Ulangan 7:7-11

Tuhan mengatakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang dikhususkan. Bangsa Israel sedang “dipisahkan” dari bangsa-bangsa lain. Mereka tidak boleh bercampur dengan bangsa lain. Sesuatu yang kudus tidak boleh dicampur dengan hal lain yang tidak kudus. Salah satu hasil positif dari perbudakan di Mesir, bangsa Israel sedang membangun identitasnya sebagai bangsa yang berbeda. Seandainya bangsa Israel tidak ke Mesir dan masih hidup di Kanaan, maka mereka akan mudah bercampur dengan bangsa Kanaan.

Tuhan mengizinkan bangsa Israel menderita selama perbudakan di Mesir. Meskipun demikian, Tuhan tetap menyatakan bahwa Ia mengasihi bangsa Israel dan memegang sumpah-Nya yang telah disampaikan kepada nenek moyang mereka. Pada saat sekarang juga demikian. Kita mungkin mengalami berbagai macam masalah dan penderitaan. Bukan berarti Tuhan tidak mengasihi kita. Seperti bangsa Israel yang menderita selama perbudakan, tidak membuktikan bahwa Tuhan meninggalkan mereka. Tuhan tetap mengasihi mereka dan memiliki rencana indah atas kehidupan bangsa Israel selanjutnya.

Penderitaan manusia di dunia hanya sementara. Tuhan mengizinkan pencobaan atau ujian terjadi dalam hidup kita. Tetapi Tuhan tidak akan mengizinkan pencobaan yang melampaui batas kekuatan kita. Tuhan memberi jaminan jalan keluar, ketika kita berseru kepada-Nya. Israel diizinkan untuk menderita selama kurang lebih empat ratus tiga puluh tahun, untuk membentuk mereka sebagai bangsa yang terpisah dan tidak bercampur dengan Mesir.

Seandainya Mesir mau menerima Israel secara terbuka dari zaman Yusuf dan seterusnya, maka bangsa Israel akan bercampur dengan bangsa Mesir. Bangsa Israel dikeluarkan dari tanah Kanaan supaya tidak bercampur dengan bangsa Kanaan. Ketika bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, maka bangsa-bangsa di tanah Kanaan juga dimusnahkan, supaya bangsa Israel tidak bercampur dengan bangsa-bangsa di Kanaan.

Tuhan mengasihi bangsa Israel bukan karena jumlahnya yang banyak. Tuhan mengasihi Israel karena nenek moyang mereka. Tuhan memilih mereka berdasarkan iman nenek moyang mereka. Mereka adalah keturunan Abraham. Kitapun melalui iman kepada Yesus Kristus, telah menjadi anak-anak rohani Abraham. Kita seturut dengan iman Abraham sehingga kita juga menjadi anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan.

Ketika kita mengetahui bahwa Tuhan mengasihi kita, maka seharusnya kita memberi respon dengan benar. Seharusnya kita mengasihi Tuhan. Di ayat 9 dikatakan, “Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,”

Seluruh hukum Taurat bisa disimpulkan dengan cara mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan. Karena itu, sepatutnya kita mengasihi Tuhan dengan segenap hidup kita. Mengasihi Tuhan akan terlihat dengan cara berpegang pada perintah Tuhan, melakukan semua ketetapan dan peraturan Tuhan (ayat 11).

Views: 22

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top