Ulangan 9:6-7
Bangsa Israel disebut sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Sebenarnya, bukan bangsa Israel saja yang tegar tengkuk. Bahkan semua manusia di dunia ini, termasuk kita, memiliki potensi untuk tegar tengkuk. Bahkan kita disebut sebagai orang durhaka. Misalnya, di dalam Roma 5:6 dikatakan, “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.”
Kita orang durhaka, tetapi Yesus Kristus tetap mengasihi kita. Tuhan mengasihi Israel, karena Israel adalah keturunan Abraham. Tuhan mengasihi kita, karena kita juga keturunan Abraham secara rohani. Memang kita bukan orang Israel secara fisik. Kita bukan Israel, tetapi kita termasuk keturunan Abraham. Israel adalah keturunan Abraham, melalui Ishak dan Yakub, yang kemudian disebut Israel.
Kita menjadi keturunan Abraham secara rohani, karena kita sudah beriman. Di dalam Roma 4:16 dikatakan, “Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua,” Jadi, Abraham bukan hanya memiliki keturunan fisik, tetapi juga memiliki keturunan secara rohani, karena iman.
Kita seperti tumbuhan liar yang dicangkokkan ke dalam pokok zaitun Abraham. Kita menjadi anak Abraham karena kita percaya kepada Yesus Kristus. Di dalam Galatia 3:29 dikatakan, “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” Kita bukan bangsa Israel, tetapi kita adalah keturunan Abraham secara rohani. Kita bisa menjadi keturunan Abraham karena kita beriman kepada Yesus Kristus. Karena itulah, maka kita bisa menikmati kasih Tuhan dan janji Kerajaan Surga.
Selanjutnya, Musa mengingatkan kembali tentang masa lalu mereka. Sejarah bangsa Israel ini dijelaskan kembali untuk memperlihatkan mereka yang tegar tengkuk. Mereka sering sekali memberontak kepada Tuhan. Tetapi semua yang dilakukan oleh orang Israel pada waktu itu juga kita lakukan pada saat ini, dengan cara yang berbeda. Mungkin kita juga sering mengecewakan Tuhan, padahal terang yang kita miliki lebih besar dan lebih jelas daripada terang yang dimiliki oleh orang Israel pada waktu itu.
Kita saat ini hidup di masa gereja, di masa Perjanjian Baru. Kita sudah memiliki Alkitab yang lengkap. Kita juga sudah tahu tentang Yesus Kristus yang mati di kayu salib. Sebenarnya, secara rohani, kita memiliki perlengkapan rohani yang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan orang Israel pada waktu itu. Karena itu, kita tidak memiliki hak untuk menyalahkan mereka. Bahkan kita bisa belajar dari kesalahan mereka, supaya kita tidak melakukan tindakan yang serupa.
Tetapi, sekalipun sekarang kita memiliki terang yang lebih, sering kali kita pun masih kacau balau. Mungkin kita juga sering membuat Tuhan gusar terhadap kita. Apakah kita lebih tegar tengkuk daripada orang Israel? Hanya diri kita sendiri dan Tuhan yang tahu.
Views: 15