Membalaskan Kesalahan (Jelajah PL 619)

Ulangan 5:9-10

Mengenai patung, kita perlu berhati-hati. Jika Tuhan sudah memperingatkan hal ini, sebaiknya kita tidak main-main dengan patung, terutama patung yang digunakan sebagai media penyembahan. Bisa saja ada kalangan Kristen yang tidak mengakui bahwa patung itu disembah. Tetapi jika patung tersebut masuk dalam liturgi atau kebaktian, bisa dipastikan bahwa patung itu menjadi media bagi penyembahan.

Di dalam 1 Yohanes 5:21 dikatakan, “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.” Contoh berhala bisa dilihat di dalam Efesus 5:5, “Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” Pada saat ini, berhala bisa bermacam-macam, tidak hanya berbentuk patung. Segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian kita melebihi Tuhan, akan menjadi berhala bagi kita.

Di ayat 9 ada perkataan yang perlu kita perhatikan: “Tuhan membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Tuhan.” Memang seharusnya setiap orang bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita tidak bisa mengikuti iman orang tua kita, jika orang tua kita beriman sedangkan kita sendiri tidak beriman. Demikian juga sebaliknya. Tetapi jika ada orang tua memiliki pengaruh yang kuat terhadap anaknya.

Jika ada orang tua yang jahat, maka pengaruh jahat itu akan sampai kepada keturunannya. Demikian juga sebaliknya, jika orang tua beriman, maka imannya itu akan memiliki pengaruh baik kepada keturunannya. Orang tua yang jahat, memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk membuat keturunannya ikut jahat, bahkan mungkin lebih jahat dari orang tuanya. Misalnya, Esau, yang tidak mau mengikuti ketetapan Tuhan, maka keturunannya semakin jauh dari Tuhan dan lebih jahat.

Tuhan membalaskan kesalahan kepada keturunan ketiga dan keempat dengan catatan bahwa kejahatan bapa akan sangat memengaruhi anaknya, membuat anak-anak menjauh dari Tuhan, sehingga dampak kejahatan bapa berpengaruh sampai keturunannya. Hal ini terjadi secara umum dan cukup alamiah. Tetapi Tuhan tidak pernah berhenti bekerja. Tuhan selalu memberikan kasih melimpah kepada manusia. Selalu ada kesempatan, keturunan dari bapa itu menerima kasih karunia Tuhan.

Jika ada di antara keturunan orang tua jahat itu diselamatkan, maka orang itu akan memiliki urusan pribadi dengan Tuhan. Contoh: orang-orang Kanaan yang sangat jahat, ternyata ada beberapa di antara mereka yang mau bertobat dan percaya kepada Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel. Misalnya: Rahab yang pernah menjadi perempuan sundal, Rut yang berasal dari Moab, mereka memutuskan dari pengaruh nenek moyang mereka dan memilih untuk menyembah Tuhan.

Dari hal inilah maka kita bisa melihat bahwa Tuhan menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Tuhan dan yang berpegang pada perintah-perintah Tuhan.  

Views: 21

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top