Ulangan 3:1-11
Di kitab Ulangan ini, Musa menjelaskan ulang sejarah perjalanan bangsa Israel. Musa mengingatkan kepada generasi itu, bahwa seharusnya, tiga puluh delapan tahun silam, mereka sudah masuk ke tanah Kanaan. Tetapi nenek moyang mereka memberontak, sehingga bangsa Israel berputar-putar di padang gurun. Saat ini mereka akan segera masuk ke tanah Kanaan melalui sebelah timur, bukan sebelah selatan.
Untuk sampai ke tanah Kanaan, mereka harus melewati beberapa wilayah. Pertama, mereka harus melewati daerah Edom. Karena Edom masih saudara Israel, maka bangsa Israel bisa melewati wilayah itu dengan aman. Bangsa Israel membayar makanan dan minum mereka. Bangsa Israel juga melewati wilayah Moab. Kaum Moab masih bersaudara dengan Israel. Moab adalah keturunan Lot. Orang Israel bisa lewat Moab dengan aman.
Pada saat bangsa Israel bertemu dengan orang Kanaan yang tinggal di sebelah timur sungai Yordan, yaitu orang Amori, bangsa Israel membinasakan raja Sihon dan semua rakyatnya. Di pasal 2 ini, bangsa Israel bertemu dengan raja Og. Raja Og ini memutuskan untuk memerangi orang Israel. Raja Og tidak mau berdamai dengan bangsa Israel, sehingga ia lebih memilih untuk melawan Israel, seperti raja Sihon.
Og merupakan raja Basan, seorang raja yang cukup terkenal di masanya. Di ayat 11, dia disebut sebagai satu-satunya yang tinggal hidup dari sisa-sisa orang Refaim. Refaim ini termasuk orang-orang raksasa. Dijelaskan juga di ayat 11 bahwa tempat tidurnya terbuat dari besi, sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya. Satu hasta biasa, sekitar empat puluh lima sampai lima puluh centi meter. Jadi panjang tempat tidurnya sekitar empat setengah meter, lebarnya dua meter.
Musa sengaja menjelaskan ulang semua sejarah ini, karena manusia seringkali perlu diingatkan. Tuhan telah menolong bangsa Israel di zaman dahulu, maka Tuhan juga pasti akan menolong bangsa Israel di zaman Yosua. Jika hari ini kita diserang oleh rasa ketakutan atau kebimbangan atau kebingungan, kita harus sadar bahwa semua itu adalah serangan dari si jahat. 1 Petrus 5:7 mengingatkan kita, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Di ayat selanjutnya, di dalam 1 Petrus 5:8 dijelaskan, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Kita harus waspada, karena Iblis akan terus mengejar orang percaya, ingin menghancurkan kita, dengan berbagai macam cara.
Supaya kita tidak dihancurkan, maka di ayat 9 dikatakan, “Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” Kalau saat ini kita diserang ketakutan, kita bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Musa. Kita bisa mengingat kembali penyertaan demi penyertaan yang telah dilakukan oleh Tuhan selama kita hidup.
Views: 29