Ulangan 11:2-7
Ketika seseorang mengasihi Tuhan, maka ia pasti akan memelihara dan melakukan perintah Tuhan. Di dalam Yohanes 14:15 dikatakan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Jika ada orang yang berkata mengasihi Tuhan, tetapi dalam perilaku kehidupan sehari-hari ia tidak peduli dengan firman dan perintah Tuhan, sebenarnya orang itu tidak mengasihi Tuhan. Kasih kepada Tuhan yang sejati tidak bisa diungkapkan dengan cara lain, selain memelihara dan melakukan perintah Tuhan dengan segenap hati.
Di dalam kitab Samuel, Saul pernah berpikir bahwa ia tidak harus memusnahkan Amalek, tetapi membiarkan hidup kambing domba mereka untuk digunakan sebagai persembahan kepada Tuhan. Ternyata di dalam 1 Samuel 15:22, Samuel berkata, “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”
Ayat 23 ditegaskan, “Sebab pendurhakaan (pemberontakan) adalah sama seperti dosa bertenun dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” Ketika kita mulai tidak mau melakukan perintah Tuhan, sebenarnya sama dengan memberontak kepada Tuhan. Bahkan di ayat ini disamakan dengan menyembah berhala. Berhalanya adalah diri sendiri, yaitu ketika meninggikan kehendak diri sendiri di atas kehendak Tuhan. Saul ditolak sebagai raja karena hal itu.
Tuhan mengingatkan kepada orang Israel bahwa Tuhan sangat mengasihi mereka. Segala sesuatu yang sudah dilakukan oleh Tuhan merupakan bentuk kasih-Nya kepada bangsa Israel. Sebagai orang Kristen, kita juga harus menyadari hal yang sama. Tentu kondisi kita sangat berbeda dengan Israel. Tetapi kita bisa belajar dari prinsipnya. Bangsa Israel di generasi kedua itu harus mengingat semua yang pernah dilakukan oleh Tuhan, termasuk juga mengingat hal-hal yang tidak baik supaya tidak dilakukan ulang.
Peristiwa tidak baik yang diingatkan adalah hukuman terhadap Datan dan Abiram, bersama dengan Korah. Datan dan Abiram berasal dari suku Ruben, sedangkan Korab berasal dari suku Lewi. Mereka mencoba untuk memberontak melawan Musa. Karena pemberontakan itu, Tuhan menghukum mereka dengan sangat dahsyat. Datan dan Abiram ditelan oleh bumi. Generasi itu melihat kasih Tuhan dalam bentuk pendisiplinan dari Tuhan.
Kita memang bukan orang Israel. Tetapi setiap hari, kita perlu mengingat kasih Tuhan. Tuhan telah menyelamatkan kita dari kematian kekal. Berharap bahwa semua kita yang membaca renungan ini adalah orang-orang yang sudah diselamatkan. Tetapi, jika ada yang belum yakin dengan keselamatan itu, maka yakinlah bahwa hari ini adalah hari keselamatan. Ketika membaca renungan ini, Roh Kudus pasti bekerja.
Karena itu, berbaliklah kepada Tuhan. Bertobatlah dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ia sudah rela mati untuk menggantikan kita yang berdosa. Bagi kita yang sudah diselamatkan, kita patut mengucap syukur senantiasa kepada Tuhan.
Views: 0