Ulangan 8:3
Di masa-masa kesulitan, karakter seseorang akan nampak jelas. Berbeda dengan masa-masa aman dan nyaman, karakter seseorang mungkin diuji di bagian lain. Ketika dalam kesesusahan, orang harus berjuang untuk bertahan dalam prinsip-prinsip firman Tuhan. Masa seperti ini sangat tidak mudah. Karena itu Tuhan terkadang membiarkan bangsa Israel lapar. Di dalam kitab Keluaran, kita sudah membaca bahwa bangsa Israel suka bersungut-sungut karena tidak ada makanan atau minuman.
Sebenarnya Tuhan sudah siap untuk memberikan mereka makanan. Tetapi Tuhan tidak segera memberi semua itu. Ketika kita perlu sesuatu dan berdoa kepada Tuhan, seringkali Tuhan tidak segera memberikan atau mengabulkan doa kita. Sebenarnya Tuhan bisa karena Dia maha kuasa. Yang perlu kita ketahui, Tuhan tidak pernah terlambat dalam menolong umat-Nya. Jika Tuhan tidak segera mengabulkan doa kita, akan selalu ada alasan.
Tuhan mengizinkan bangsa Israel mengalami lapar, untuk menguji mereka. Tetapi pada akhirnya Tuhan pun tetap memberikan makanan kepada mereka, tepat pada waktunya. Tuhan memberikan mereka makan manna. Makanan ini tidak dikenal oleh generasi Musa dan juga tidak dikenal oleh generasi sebelumnya. Di Mazmur 78:25, manna ini disebut roti malaikat (roti Surga). Roti ini mencukupi kebutuhan makan mereka selama empat puluh tahun.
Dari peristiwa ini, Tuhan ingin mengajarkan bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari segala yang diucapkan Tuhan. Ayat ini dikutip oleh Tuhan Yesus pada saat pencobaan di padang gurun. Pada waktu itu Tuhan Yesus berada di padang gurun tidak makan empat puluh hari empat puluh malam. Pasti Tuhan Yesus lebih lapar daripada orang Israel saat mereka berada di padang gurun. Jika bangsa Israel berteriak-teriak dan bersungut-sunggut, maka Tuhan Yesus tidak melakukan itu.
Ketika Iblis menantang Tuhan Yesus untuk menjadikan batu menjadi roti, Dia tidak mau melakukan perkataan Iblis. Tuhan Yesus tahu bahwa akan ada waktu yang tepat untuk menikmati roti. Memang manusia memerlukan makanan jasmani untuk kehidupan sehari-hari. Tetapi ada yang jauh lebih penting dan perlu, yaitu makanan rohani untuk pertumbuhan kehidupan spiritualitas kita.
Hari ini, banyak orang sibuk dengan makanan jasmani. Masalah kesehatan tubuh sebagian besar juga berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi. Bahkan ada orang-orang yang sengaja menghitung semua makanan mereka, demi menjaga kesehatan jasmani. Tetapi, perhatian terhadap makanan jasmani ternyata lebih tinggi daripada perhatian terhadap makanan rohani. Mencari makan secara jasmani lebih menarik dan menghabiskan sebagian besar waktu, daripada mencari makanan rohani.
Manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan. Artinya, tidak ada bagian firman Tuhan yang tidak penting. Kita seharusnya tidak menghilangkan atau mengabaikan firman Tuhan. Karena itu, Tuhan pasti memelihara firman-Nya, supaya bisa dinikmati oleh semua orang. Manusia perlu setiap firman yang diucapkan oleh Tuhan.
Views: 26