Ulangan 15:6-11
Pada saat ini, sebenarnya banyak bank-bank besar yang dimiliki oleh orang Yahudi. Maka ayat 6 menjadi janji Tuhan yang tergenapi, “Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetap imereka tidak akan menguasai engkau.”
Bisa saja ada orang Israel yang berpikir mereka tidak mau memberi pinjaman kepada sesama orang Israel lainnya, karena bisa merasa rugi jika pinjaman itu dihapuskan di tahun ketujuh. Karena itu Tuhan memberi peringatan kepada mereka supaya membuka tangan lebar-lebar bagi orang miskin dan memberi pinjaman kepada mereka dengan limpah, cukup untuk keperluan mereka, seberapa besar keperluan mereka.
Selain itu Tuhan juga mengingatkan supaya tidak ada pikiran dursila: Sudah dekat tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang, dan mereka tidak boleh menjadi kesal terhadap saudaranya yang miskin itu sehingga tidak mau memberikan apa-apa. Jika hal itu terjadi dan mereka berseru kepada Tuhan, maka itu menjadi dosa.
Meskipun kita tidak hidup di masa Israel pada waktu itu, tetapi kita bisa melakukan prinsip ini. Kita juga perlu memiliki hati yang mengasihi sesama manusia. Di dalam Amsal 19:17 dikatakan, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” Jika kita menolong orang yang tidak sanggup untuk membalas kita, kita sedang memiutangi Tuhan.
Di dalam Galatia 6:10 dikatakan, “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Kita memprioritaskan sesama saudara seiman. Selanjutnya kita memperluas prioritas itu sesuai berkat Tuhan. Kita juga bisa menjadi berkat bagi orang lain, supaya ada peluang untuk memenangkan orang-orang bagi Kristus.
Di ayat 4 sudah dijelaskan bahwa akan ada potensi berkat Tuhan ketika Tuhan memberkati Israel karena Israel mendengarkan baik-baik suara Tuhan. Tetapi di dalam kenyataannya, muncul di ayat 11, bahwa orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu. Sistem ekonomi dari Tuhan pun tidak bisa menolong semua bangsa Israel, karena bangsa ini tidak menjalankannya dengan benar.
Dari hal ini, Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat baik. Tetapi, jika manusia tidak mau menjalankan semua itu dengan baik, maka kesenjangan ekonomi akan tetap terjadi dan orang miskin akan selalu ada. Manusia berbeda satu dengan yang lain. Seandainya saat ini, semua kekayaan dibagi rata kepada semua orang, maka pada akhirnya pun tetap akan ada kesenjangan.
Views: 0