Kesempatan Pemulihan (Jelajah PL 644)

Ulangan 10:1-2

Pemberontakan bangsa Israel di gunung Sinai ini tidak masuk akal. Tetapi begitulah dosa, perilaku manusia dalam dosa seringkali tidak masuk akal. Pada kenyataanya memang demikian, ada orang-orang yang memilih untuk melakukan perbuatan dosa, meskipun mereka tahu bahwa semua itu akan membawa dampak yang negatif dalam kehidupan mereka selanjutnya.

Di pasal 9 sudah diceritakan mengenai perilaku dosa yang parah dan sangat aneh, karena mereka memberontak kepada Tuhan di waktu yang belum lama setelah mereka mendengarkan firman Tuhan langsung dari Tuhan. Pada waktu Tuhan hadir, dalam guntur, dalam api dan awan, bangsa Israel ketakutan. Hukum itu disampaikan oleh Tuhan dengan jelas, salah satunya adalah tidak diperbolehkan untuk membuat patung yang menyerupai apapun.

Orang Israel mendengar firman itu secara langsung dari Tuhan, bukan melalui Musa. Mereka semua ketakutan dan menjawab bahwa mereka akan melakukan semua perintah Tuhan. Tetapi tidak sampai empat puluh hari setelah itu, bangsa Israel sudah mendesak Harun untuk membuat lembu tuangan yang dijadikan sebagai ilah mereka untuk disembah. Inilah perilaku yang aneh dan tidak masuk akal. Tetapi itulah dosa.

Di pasal 10 ini, kita membaca tentang kisah pemulihan. Sebenarnya kita tidak perlu melihat perilaku bangsa Israel dengan sinis. Bisa saja kita melakukan hal yang sama, pada saat ini. Bahkan kita mungkin melakukan tindakan yang lebih parah daripada bangsa Israel. Misalnya, kita baru saja pulang dari gereja dan sudah mendengarkan firman Tuhan yang memberi peringatan kepada kita, tetapi tidak lama kemudian kita sengaja berbuat dosa. Pernahkah seperti itu?

Seperti itulah keinginan daging. Roh memang penurut, tetapi daging lemah. Sama seperti Petrus yang sudah diingatkan oleh Tuhan tentang penyangkalannya terhadap Yesus Kristus. Baru saja peringatan itu disampaikan, tidak lama kemudian Petrus menyangkal Yesus Kristus. Sekali lagi, kita tidak perlu melihat tindakan Petrus dengan sinis. Bisa saja saat ini, perilaku dan tindakan kita lebih parah dari dia.

Tetapi, akan ada pemulihan setelah melakukan perbuatan dosa, jika kita mau bertobat sebagaimana bangsa Israel bertobat. Jika kita memutuskan untuk bertobat, Tuhan akan memberi pemulihan. Pemulihan itu dimulai dari firman Tuhan. Kita harus kembali kepada firman Tuhan. Orang jatuh ke dalam dosa, biasanya karena telah melupakan firman Tuhan. Ketika kita lebih rajin merenungkan firman Tuhan, sebenarnya peluang kita untuk jatuh ke dalam dosa akan lebih kecil. Pertahanan kita akan lebih kuat.

Loh batu yang sudah pecah itu harus ditulis kembali. Pada waktu Musa memecahkan loh batu yang pertama, sepertinya hati Musa benar-benar hancur. Musa melihat bangsa Israel dengan geram. Bangsa Israel baru saja melanggar firman Tuhan yang baru saja disampaikan. Firman itu bahkan telah tertulis dalam kedua loh batu yang sedang dipegang oleh Musa. Dalam pikiran Musa, tidak ada gunanya lagi dua loh batu itu, karena firman yang ditulis di sana telah dilanggar.

Views: 24

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top