Kesempatan Melayani Tuhan (Jelajah PL 613)

Ulangan 4:11-22

Musa mengingatkan lagi peristiwa di gunung Horeb. Tuhan memberi peringatan melalui Musa supaya bangsa Israel mulai dari generasi Yosua, mereka mengingat semua itu. Generasi Yosua ini, kebanyakan dari mereka tidak mengalami peristiwa di gunung Horeb itu. Jika mereka mengalami peristiwa itu, pada waktu itu mereka masih anak-anak, usia di bawah dua puluh tahun. Karena itu, generasi yang lebih tua memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan mereka yang masih berusia lebih muda.

Tuhan memperingatkan dengan keras kepada bangsa Israel supaya mereka tidak membuat patung yang menyerupai apapun. Pembuatan patung ini menjadi tragedi besar bagi bangsa Israel di masa sebelum pembuangan di Babel. Kita akan melihat semua itu di kitab-kitab Perjanjian Lama setelah ini. Setelah masa pembuangan bangsa Israel, mulailah mereka bisa keluar dari kejahatan itu.

Hari-hari ini, orang Kristen seharusnya juga tidak terjebak lagi dalam persoalan ini. Semua yang dijelaskan di ayat ini menjadi antisipasi bagi kita. Tuhan Yesus juga mengajarkan hal yang sama. Di dalam Yohanes 4:24 Tuhan Yesus menegaskan, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Kita seharusnya tidak menjadikan ciptaan atau meninggikan ciptaan seperti meninggikan Sang Pencipta.

Jika kita memandang ke langit, kita bisa mengucap syukur karena kita memiliki Tuhan yang maha besar, dengan segala ciptaan-Nya yang dahsyat. Semua kedahsyatan ciptaan itu bukan untuk disembah, tetapi untuk mengagumi Sang Pencipta. Di ayat 19 sudah diperingatkan, “… dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka, …”

Musa kembali mengingat kesalahannya, yang menyebabkan ia tidak diperbolehkan masuk ke tanah Kanaan oleh Tuhan. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa ketidaktaatan kepada Tuhan akan membawa konsekuensi yang merugikan kita, juga merugikan orang lain. Bahkan Musa, sebagai seorang yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa, ketika tidak taat kepada Tuhan, ia juga mendapatkan konsekuensi yang merugikannya.

Dalam hal ini, Musa cukup rendah hati. Dia tidak mempermasalahkan hal ini, karena memang ia bersalah. Ia mempersiapkan orang lain untuk meneruskan pelayanannya, yaitu Yosua. Musa sangat mengerti bahwa ada masa bagi dia. Sebagai seorang pelayan Tuhan, tidak ada jasa yang bisa kita berikan kepada Tuhan. Jika kita mendapatkan kesempatan untuk melayani Tuhan, semuanya itu juga bukan karena kita, tetapi karena kasih karunia Tuhan.

Tuhan bisa menggunakan orang lain, jika Dia mau. Jika kita bisa melayani Tuhan, bukan kita yang hebat. Sekali lagi, semua itu adalah kasih karunia Tuhan. Kita tidak memiliki hak untuk menyombongkan diri atau bahkan mencuri kemuliaan Tuhan. Kita tidak pernah berjasa bagi Tuhan. Tuhanlah yang sudah memberi kesempatan bagi kita.

Views: 27

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top