Keputusan Tertinggi (Jelajah PL 678)

Ulangan 17:8-15

Tuhan memberikan petunjuk ketika ada perkara yang sulit diselesaikan. Perkara itu harus dibawa menghadap kepada Tuuhan di tempat yang akan dipilih oleh Tuhan. Di zaman sekarang, bisa disamakan dengan naik banding. Di Ulangan, tempat yang dipilih oleh Tuhan itu belum disebutkan, karena bangsa Israel belum masuk ke tanah Kanaan. Tempat itu nanti berada di Silo, lalu di zaman Daud akan dipindahkan ke Yerusalem. Di tempat itulah ada Kemah Suci beserta dengan para imam dan orang Lewi.

Para imam bertugas untuk menjadi penentu keputusan terakhir atas setiap perkara yang terjadi di Israel. Imam mendapat tugas untuk menjaga firman Tuhan serta mengajarkannya kepada orang Israel. Ketika mereka mengerti firman Tuhan, mengerti tentang hukum-hukum yang perlu diterapkan di negeri Israel, maka perkara-perkara itu menjadi tanggung jawab mereka untuk diputuskan dengan baik dan adil.

Orang yang membaca dan mengerti firman Tuhan, akan menjadi orang yang berhikmat dan bijaksana. Di dalam Mazmur 119:98-100 Daud mengatakan, “Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.”

Karena itu, seharusnya para imam Israel memiliki hikmat dan bisa mengambil keputusan yang tepat dan adil. Karena mereka berada di tingkat paling akhir, maka keputusan mereka akan menjadi keputusan yang paling terakhir dan tertinggi. Perkara itu sudah tidak bisa banding lagi, sehingga keputusan para imam harus dilaksanakan. Orang Israel harus menuruti keputusan itu, tanpa menyimpang ke kanan dan ke kiri. Orang Israel yang berani menentang keputusan imam, maka ia akan mendapatkan hukuman mati.

Mengenai raja, pada waktu kitab Ulangan ditulis, bangsa Israel belum memiliki raja. Pada waktu itu, yang memimpin bangsa Israel adalah Musa. Di Ulangan 16, Tuhan memberi perintah supaya bangsa Israel dipimpin oleh para hakim. Sebenarnya Tuhan merencanakan untuk mengangkat raja sesuai dengan waktu Tuhan, bukan karena keinginan bangsa Israel. Tetapi, dalam perjalanan sejarah Israel, akhirnya bangsa Israel meminta raja dengan motivasi yang salah. Raja Israel pertama adalah Saul.

Nubuatan dan rencana tentang raja ini sudah dipersiapkan oleh Tuhan. Yakub pernah bernubuat bahwa raja itu berasal dari keturunan Yehuda. Raja ini juga berkaitan dengan kedatangan Mesias, karena Mesias itu pun akan datang sebagai Raja dan berasal dari keturunan raja. Tuhan sudah mengantisipasi motivasi dari orang Israel itu. Motivasi ini yang membuat Tuhan dan Samuel tidak senang pada waktu itu.

Di dalam 1 Samuel 8:5 orang Israel berkata kepada Samuel, “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.” Motivasi bangsa Israel pada waktu  itu adalah ingin seperti bangsa-bangsa lain, padahal mereka adalah bangsa yang harusnya berbeda dari bangsa lain.

Views: 0

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top